Maluku Kejar Defisit Beras 100 Ribu Ton, Perluas Sawah di Dua Kabupaten

  • 06 Mei 2026 08:58 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Provinsi Maluku saat ini tengah berjuang keras mengatasi defisit beras yang mencapai angka 100.000 ton per tahun. Untuk mengejar target tersebut, pemerintah menetapkan langkah strategis berupa pencetakan sawah baru seluas 1.500 hektare di wilayah Kabupaten Maluku Tengah dan Seram Bagian Timur.

Langkah ini diambil mengingat realisasi Luas Tambah Tanam (LTT) hingga April 2026 baru menyentuh angka 70 persen dari target. Selain perluasan lahan, pengadaan 196 unit irigasi perpompaan juga disiapkan guna menyuplai air ke lahan-lahan kering yang selama ini sulit diolah.

Kepala BRMP Maluku, Gunawan menegaskan komitmennya sebagai perwakilan Kementerian Pertanian dalam mengawal kedaulatan pangan di Maluku. Salah satu fokus utamanya adalah penggunaan Varietas Unggul Baru (VUB) seperti Inpari 42 dan Padjajaran untuk mendongkrak produktivitas.

Pihaknya juga menargetkan kemandirian benih pada komoditas padi, kacang hijau, hingga bawang merah untuk disalurkan tahun ini. Penguatan kapasitas tenaga penyuluh dan SDM pertanian terus digenjot guna mendampingi petani secara maksimal di lapangan.

Selain itu, BRMP juga mendukung pembangunan pertanian melalui penguatan kapasitas SDM dan penyuluh, optimalisasi mekanisme bantuan pemerintah (Banper) berbasis database usulan daerah, peningkatan akses sarana dan prasarana, serta pengendalian biaya produksi untuk menjaga Nilai Tukar Petani (NTP),” kata Gunawan menjelaskan.

Dukungan lainnya mencakup penguatan akses pasar, stabilisasi harga komoditas, pengawasan brigade alsintan, serta integrasi program melalui “Maluku Integrated Program” dan hilirisasi di 13 lokasi industri pengolahan guna meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan seperti pala dan kelapa.

“Secara keseluruhan, sinergi pusat dan daerah serta penguatan intervensi BRMP menjadi kunci dalam percepatan pencapaian swasembada dan kemandirian pangan di Provinsi Maluku,” tuturnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....