Nilai Tukar Petani Maluku Naik 0,68 Persen, Masih Terendah Secara Nasional
- 05 Mei 2026 06:11 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Maluku menunjukkan tren positif dengan kenaikan sebesar 0,68 persen pada April 2026. Statistisi Ahli Madya BPS Maluku, Jessica Pupella dalam paparannya menyebut, angka ini meningkat dari 93,14 menjadi 93,77 berdasarkan pemantauan di 42 kecamatan.
Peningkatan ini dipicu oleh indeks harga hasil produksi pertanian yang tumbuh lebih cepat. Tercatat kenaikan mencapai 1,32 persen, melampaui indeks harga yang dibayar petani yang hanya naik 0,64 persen.
Sejumlah komoditas seperti cabai rawit, tomat, kakao, dan kol menjadi pendorong utama kenaikan pendapatan petani. Sementara itu, cabai rawit, bawang merah, dan sigaret kretek mesin (SKM) turut memengaruhi peningkatan pengeluaran di tingkat perdesaan.
“Peningkatan NTP disebabkan oleh meningkatnya nilai indeks harga hasil produksi pertanian (It), lebih tinggi dari peningkatan yang terjadi pada indeks harga yang dibayar petani (Ib),” ujar Pupella menjelaskan.
Dijelaskan, meski mengalami kenaikan, posisi NTP Maluku masih menjadi yang terendah secara nasional dari 38 provinsi. Kondisi ini berbanding terbalik dengan Provinsi Riau yang mencatat NTP tertinggi hingga mencapai 206,19 yang menandakan kesejahteraan petani meningkat drastis atau mengalami surplus (keuntungan).
Ditambahkan, kenaikan NTP Maluku terutama ditopang oleh subsektor hortikultura yang tumbuh signifikan sebesar 6,85 persen. Namun, empat subsektor lainnya seperti tanaman pangan, perkebunan rakyat, peternakan, dan perikanan justru mengalami penurunan.
“Subsektor perikanan tercatat mengalami penurunan terdalam sebesar 1,45 persen,” ucapnya menutup paparan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....