Inflasi Tahunan Maluku April 2026 Melandai Capai 3,13 Persen
- 05 Mei 2026 05:41 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Badan Pusat Statistik (BPS Maluku mencatat berdasarkan hasil pemantauan di tiga kabupaten/kota, inflasi tahunan (year-on-year/yoy) April 2026 di Maluku tercatat sebesar 3,13 persen, menurun dibandingkan bulan April 2025 yang mencapai 3,40 persen.
Dalam paparannya, Statistisi Ahli Madya BPS Maluku, Jessica Pupella, pada Selasa 5 Mei 2026 menjelaskan, dari tiga kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Maluku, inflasi tertinggi terjadi di Kota Tual sebesar 4,99 persen. Disusul Kabupaten Maluku Tengah sebesar 3,13 persen, sementara inflasi terendah terjadi di Kota Ambon sebesar 2,96 persen.
Inflasi tahunan dipicu oleh kenaikan harga pada sepuluh kelompok pengeluaran. Kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 6,07 persen, sedangkan yang terendah pada kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,45 persen.
Dirincikan, sejumlah komoditas memberikan andil dominan terhadap inflasi, di antaranya emas perhiasan, tarif angkutan udara, dan bawang merah. Selain itu, beras, cabai rawit, ikan cakalang, hingga biaya pendidikan dan tarif rumah sakit juga turut mendorong kenaikan harga.
“Sedangkan komoditas yang memberikan andil deflasi y-on-y, antara lain daun singkong, wortel, lemon, bensin, kentang dan buncis,” ujar Pupela merincikan.
Sementara itu, secara bulanan (month-to-month/mtm), Provinsi Maluku mengalami deflasi sebesar 0,17 persen pada April 2026. Deflasi ini dipengaruhi oleh penurunan harga sejumlah komoditas seperti ikan selar, ikan layang, cabai merah, hingga sayuran dan bahan pangan lainnya.
Komoditas lain yang turut menyumbang deflasi antara lain buncis, pisang, bawang putih, dan daging ayam ras. Penurunan harga ini menjadi faktor penahan laju inflasi di Maluku pada periode April 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....