BI Maluku Bersinergi Kendalikan Inflasi
- 04 Mei 2026 18:37 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID,Ambon-Pelaksana Tugas Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Dhita Aditya Nugraha mengatakan,Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID)terus mengoptimalkan pelaksanaan berbagai program pengendalian inflasi "Cara kendalikan inflasi itu antara lain melalui Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera atau GPIPS,"tandas Dhita Aditya Nugraha dalam siaran pers, Senin 4 Mei 2026.
Ke depan,upaya pengendalian inflasi komoditas pangan akan terus disinergikan secara berkelanjutan bersama TPID sepanjang tahun 2026,dengan mengacu pada penguatan empat pilar utama pengendalian inflasi(4K),yaitu Ketersediaan Pasokan,Keterjangkauan Harga,Kelancaran Distribusi,dan Komunikasi
Efektif.
Langkah pengendalian tersebut mencakup pelaksanaan berbagai Gerakan Pangan Murah pada tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota, peningkatan target penyerapan beras petani menjadi 5.000 ton di tengah peningkatan luas tambah tanam padi yang mencapai 84,47%per April 2026, panen bawang merah di Kota Tual dalam rangka peningkatan produksi pangan lokal,panen jagung seluas 3 hektar di Kabupaten Maluku Tengah serta pemantauan secara berkala terkait stok dan harga barang kebutuhan pokok pada tingkat distributor.
Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku merilis, Maluku kembali mengalami deflasi dengan capaian sebesar 0,17% (mtm),meski tidak sedalam deflasi pada bulan sebelumnya yang mencapai 0,75%(mtm).
Secara spasial, deflasi terutama bersumber dari Kabupaten Maluku Tengah yang mencatat deflasi sebesar 1,96%(mtm). Namun demikian,deflasi yang lebih dalam tertahan oleh realisasi inflasi di Kota Ambon dan Kota Tual yang masing-masing sebesar 0,92%(mtm)dan 0,64%(mtm).
Secara tahunan,inflasi Provinsi Maluku
tercatat sebesar 3,13%(yoy),atau berada dalam rentang sasaran target inflasi nasional sebesar 2,5±1% (yoy).Capaian tersebut lebih rendah dibandingkan inflasi bulan sebelumnya yang sebesar 3,40%(yoy), meski masih berada diatas tingkat inflasi nasional yang sebesar 2,42%(yoy).
Capaian deflasi bulan ini utamanya bersumber dari Kelompok Makanan,Minuman dan
Tembakau dan Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya dengan andil deflasi (mtm) masing masing sebesar 0,61%dan 0,05%.
Deflasi pada kelompok ini terutama disumbang oleh penurunan harga komoditas perikanan Ikan Selar,lkan Layang,dan lkan Cakalang dengan andil deflasi masing-masing sebesar 0,19%,0,17%,dan 0,17%.Penurunan harga komoditas perikanan tersebut didukung oleh kondisi meteorologi maritim dan cuaca yang relatif kondusif sehingga mendorong
peningkatan produksi perikanan.
Sementara itu,realisasi deflasi yang lebih dalam juga dipengaruhi oleh Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya,dipengaruhi oleh harga emas yang mengalami penurunan di pasar internasional. Namun demikian,deflasi yang lebih dalam tertahan oleh inflasi pada Kelompok Transportasi yang dipengaruhi oleh kenaikan harga avtur yang berlaku sejak 1 April 2026 sehingga berdampak pada penyesuaian tarif angkutan udara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....