Gubernur Maluku: Hilirisasi Kunci Akhiri 'Paradoks Kekayaan' Sumber Daya Alam

  • 30 Apr 2026 10:32 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Masohi - Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menegaskan, ground breaking (peletakan baru pertama) proyek hilirisasi kelapa dan pala di Kabupaten Maluku Tengah pada Rabu, 29 April 2026, merupakan langkah nyata untuk mengakhiri "paradoks kekayaan" yang selama ini terjadi. Maluku yang kaya akan sumber daya alam dinilai belum menikmati hasil maksimal karena selama ini komoditas unggulannya selalu dijual dalam bentuk bahan mentah keluar daerah.

Menurut Gubernur, produksi kelapa Maluku yang mencapai 100 ribu ton dan pala ribuan ton per tahun merupakan modal besar yang harus diolah di dalam daerah. Dengan adanya pabrik pengolahan, nilai jual komoditas akan meningkat tajam dan ketergantungan terhadap produk olahan dari luar daerah dapat dikurangi.

“Kita kirim bahan mentah ke luar, mereka olah, lalu kita beli kembali dengan harga mahal. Rantai ini harus diputus melalui hilirisasi,” kata Hendrik Lewerissa saat meninjau lokasi groundbreaking industri perkebunan di Desa Liang, Teluk Elpaputih, Maluku Tengah.

Hilirisasi ini juga dipandang sebagai jawaban atas tantangan pengangguran dan kemiskinan di Maluku. Jika industri pengolahan berjalan, maka penyerapan tenaga kerja lokal akan meningkat secara signifikan, yang pada akhirnya memberikan harapan baru bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan industri.

Gubernur Hendrik berharap proyek ini tidak berhenti pada seremoni belaka, tetapi terus dikawal hingga beroperasi penuh. Transformasi ekonomi ini diharapkan mampu mengubah struktur ekonomi Maluku menjadi lebih mandiri dan berdaya saing tinggi melalui pemanfaatan teknologi pengolahan yang tepat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....