Insiden KM Sabuk Nusantara 106 di Banda, Pelni Minta Maaf
- 29 Apr 2026 18:17 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Banda Neira atas insiden yang melibatkan KM Sabuk Nusantara (Sanus) 106 saat proses sandar di Pelabuhan Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah pada Selasa 28 April 2026.
Kejadian tersebut bermula ketika KM Sanus 106 mengalami gangguan pada mesin kapal secara tiba-tiba, sehingga kapal tidak dapat dikendalikan secara optimal saat mendekati dermaga dan mengakibatkan benturan dengan satu unit bangunan penginapan serta dua unit perahu milik warga. Tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka-luka, baik dari awak kapal (ABK) maupun masyarakat yang terdampak.
Kepala Cabang Pelni Ambon Ridwan Mandaliko menyampaikan penyesalan dan permohonan maaf dari manajemen Pelni atas insiden yang terjadi.
“Atas nama manajemen PELNI, kami menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada pemilik penginapan dan pemilik perahu yang terdampak insiden ini. Tim telah turun langsung ke lokasi untuk menangani dampak yang timbul serta berkoordinasi dengan sangat baik bersama pihak-pihak terkait,” ujar Ridwan.
Dikatakan, pihaknya berkomitmen untuk bertanggung jawab atas seluruh kerugian material yang dialami oleh pemilik penginapan maupun pemilik perahu. Disisi lain, pihaknya juga berkomitmen melakukan investigasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
“Kami telah berkomunikasi langsung dengan warga yang terdampak dan memastikan proses kompensasi berjalan dengan cepat serta transparan," katanya.
Ditambahkan, tercatat sepanjang tahun 2025 jumlah penumpang yang naik di Banda Neira sebanyak 10.537 orang dan penumpang turun tercatat sebanyak 8.864 orang. Sementara itu, pada Januari–April 2026, tercatat 3.203 penumpang naik dan 2.497 penumpang turun melalui Pelabuhan Banda.
Kapal Pelni memiliki peranan penting di wilayah 3TP (terdepan, terluar, tertinggal dan perbatasan), khususnya di wilayah Maluku. Kehadiran kapal penumpang maupun kapal perintis yang dioperasikan Pelni menjadi salah satu tulang punggung konektivitas dan pemenuhan kebutuhan logistik masyarakat setempat.
"Pelni berkomitmen untuk terus meningkatkan standar keselamatan dan keandalan operasional kapal, serta memastikan kehadiran layanan yang aman dan dapat diandalkan bagi masyarakat," tuturnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....