Kerap Banjir, Mairuhu Minta BWS Normalisasi Sungai Wailawa

  • 22 Apr 2026 17:09 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon menyoroti persoalan banjir yang kerap melanda kawasan sungai Wailawa, Negeri Tawiri, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon. Kondisi tersebut dinilai semakin meresahkan karena terjadi berulang kali, terutama saat curah hujan tinggi.

Anggota Komisi I DPRD Kota Ambon, William Mairuhu mengatakan, meluapnya air sungai Wailawa disaat musim penghujan sering menyebabkan pemukiman warga terendam banjir.

Olehnya itu, sebelum memasuki musim penghujan yang diprediksi terjadi pada Juni hingga Juli nanti, pihak-pihak terkait termasuk Balai Wilayah Sungai (BWS) perlu menyiapkan langkah-langkah konkret sejak dini.

Solusi yang paling tepat adalah dilakukannya normalisasi sungai melalui pengerukan sedimentasi, pembersihan sampah yang menghambat aliran air serta perbaikan dan penguatan talud di titik-titik kritis.

"Kalau hujan dengan intensitas tinggi, sungai ini akan meluap dan menggenangi pemukiman warga. Nah, kami minta BWS dapat memberikan penanganan serius dan terencana supaya warga aman dan terhindar dari bencana banjir," kata Mairuhu di Ambon, Rabu, 22 April 2026.

Menurutnya, DPRD telah melakukan tinjauan lapangan ke beberapa lokasi sungai yang ada di Kota Ambon, salah satunya sunga Wailawa. Dari hasil diskusi bersama masyarakat, mereka menginginkan agar pemerintah melalui BWS dapat menormalisasi sungai tersebut guna mencegah kejadian banjir berulang.

Tak hanya itu, DPRD juga meminta BWS untuk dapat melalukan penataan daerah aliran sungai (DAS), termasuk mengendalikan penyempitan badan sungai akibat bangunan liar serta vegetasi yang tidak tertata.

‎"Karena kalau aliran sungai lancar dan kapasitasnya kembali normal, maka risiko banjir ini bisa ditekan," ujarnya

DPRD juga mendorong adanya koordinasi intensif antara BWS, Pemerintah Kota Ambon, serta instansi terkait lainnya, termasuk BPBD, untuk memastikan kesiapan menghadapi potensi bencana.

‎"Jika ini dikerjakan dari sekarang, kita bisa meminimalisir dampak yang lebih besar. Intinya, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas," kata Mairuhu menutup obrolannya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....