Golkar Maluku Kutuk Penikaman Ketua DPD Malra di Bandara Langgur

  • 19 Apr 2026 14:50 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Provinsi Maluku menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden penikaman yang menimpa Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Nus Rumatora alias Ait Nus. Peristiwa kekerasan tersebut dilaporkan terjadi di kawasan Bandara Langgur, Maluku Tenggara pada Minggu, 19 April 2026.

Pihak DPD I Golkar Maluku menilai kejadian ini sebagai persoalan serius yang tidak hanya merugikan korban secara fisik, namun juga mengancam stabilitas sosial di daerah tersebut. Melalui pernyataan resminya, Golkar mengutuk keras tindakan penikaman itu dan menegaskan bahwa kekerasan dalam bentuk apa pun tidak dapat ditoleransi dalam kehidupan bernegara.

Ketua DPD I Partai Golkar Maluku, Umar Lessy, mendesak aparat kepolisian untuk bergerak cepat mengusut tuntas kasus ini. Ia meminta pihak berwajib segera menangkap pelaku dan mengungkap motif di balik penyerangan tersebut secara transparan agar tidak menimbulkan spekulasi liar di tengah masyarakat.

Terkait situasi di lapangan, DPD I Golkar mengimbau seluruh kader partai, terutama di Maluku Tenggara, untuk tetap tenang dan menahan diri. Para kader diminta menunjukkan sikap dewasa dengan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang beredar demi menjaga situasi daerah agar tetap kondusif dan aman.

Selain itu, struktur partai di seluruh tingkatan diinstruksikan untuk tetap solid dan memperkuat komunikasi internal. Golkar menegaskan bahwa penanganan kasus ini sepenuhnya diserahkan kepada mekanisme hukum yang berlaku, seraya tetap mengawal prosesnya hingga tuntas.

Umar juga mengajak tokoh masyarakat, tokoh agama, serta elemen pemuda untuk bersinergi dalam menjaga ketertiban umum. Masyarakat diminta untuk lebih bijak dalam menyaring informasi dan tidak menyebarkan berita yang belum terverifikasi kebenarannya agar tidak memperkeruh suasana.

Lebih jauh, Partai Golkar kembali menegaskan komitmennya dalam menjunjung tinggi supremasi hukum dan nilai-nilai demokrasi di bumi Raja-Raja. Mereka berharap persaudaraan antarwarga di Maluku tetap terjaga dan tidak terpecah belah oleh insiden kekerasan ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....