Wujudkan Ambon Bersih, Bappenas Survei Lokasi Pembangunan Sarana Sampah Modern
- 15 Apr 2026 08:50 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Tim Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) melakukan survei ke Kota Ambon untuk melihat lokasi sebelum memulai proyek strategis pengolahan sampah. Langkah nyata ini diambil guna memastikan lokasi pembangunan fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) atau pengolahan sampah menjadi energi dan Material Recovery Facility (MRF) atau fasilitas pusat pemulihan material berjalan sesuai standar teknis.
Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon Apries Gaspersz, Rabu 15 April 2026, bahwa kehadiran tim Bappenas di Ambon memberikan harapan baru bagi sistem pengelolaan sampah yang modern dan bernilai ekonomis. Apries meyakini bahwa kesadaran masyarakat yang meningkat akan berbanding lurus dengan keberhasilan meraih prestasi di masa depan.
"Hari ini juga tim Bappenas sudah datang ke Ambon dan kita akan survei untuk pembangunan RDF dan MRF kita,” ujarnya dalam dialog di Pro1 RRI Ambon.
Dikatakan, penanganan sampah adalah bentuk tanggung jawab moral bagi generasi mendatang. Bahkan, persoalan penghargaan Adipura dipandang sebagai urusan sekian bagi Pemerintah Kota Ambon saat ini, dan fokus utama tetap pada konsistensi pelayanan persampahan dan menjaga agar lingkungan kota tetap asri bagi seluruh warga.
"Berbicara soal sampah, inikan kita berbicara soal warisan kita kepada anak cucu kita,” ucapnya.
Apries menjelaskan, Ambon merupakan kota kecil yang pertumbuhannya tidak direncanakan secara mendetail sejak awal. Oleh karena itu, diperlukan tata kelola yang sangat baik agar Ambon bisa sejajar dengan kemajuan kota-kota besar lainnya di Indonesia.
"Ambon ini kota kecil dan bukan kota yang direncanakan, kalau misalnya kita tidak tata dengan baik maka tidak mungkin kita akan menjadi kota yang selayaknya dengan kota-kota besar lain di Indonesia."
Ditambahkan, penanganan sampah saat ini harus dilakukan secara ekstrem mengingat ancaman krisis lingkungan yang nyata. Jika pola lama tidak segera diubah, diprediksi masyarakat akan menghadapi tumpukan limbah yang tidak terkendali dalam beberapa dekade mendatang.
"Kenapa saya harus bilang ekstrem, karena 20-30 tahun yang akan datang kalau sampai ini tidak ditangani dengan baik maka kita akan tidur di atas sampah," ucapnya dnegan tegas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....