Pengembangan Blok Masela Diharapkan Beri Dampak Nyata bagi Warga Tanimbar

  • 10 Apr 2026 07:18 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Kehadiran Proyek Strategis Nasional (PSN) kilang gas alam cair (LNG) Blok Masela di darat (onshore) Kabupaten Kepulauan Tanimbar memicu harapan besar sekaligus kekhawatiran terkait kesejahteraan warga lokal. Meskipun diprediksi akan mengubah wajah ekonomi wilayah secara drastis, para tokoh masyarakat mengingatkan agar investasi bernilai miliaran dolar tersebut tidak menjadi "menara gading" yang jauh dari jangkauan masyarakat setempat.

Salah satu tokoh masyarakat Tanimbar, Gaber Syainyakit, menegaskan bahwa kemajuan teknis proyek harus berbanding lurus dengan peningkatan kualitas hidup manusia Tanimbar. Pada Kamis (9/4/2026), Gaber menyatakan bahwa masyarakat menyambut baik investasi ini, namun menuntut adanya keberlanjutan yang nyata, terutama dalam hal pendidikan, peluang kerja, dan perlindungan hak ulayat masyarakat hukum adat.

"Kami tidak ingin hanya mencium bau gasnya saja, kami ingin kesejahteraan yang berkelanjutan," ujar Gaber. Ia menekankan pentingnya pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui percepatan pelatihan sertifikasi bagi putra-putri daerah. Hal ini bertujuan agar tenaga kerja lokal mampu mengisi posisi-posisi strategis di dalam proyek, bukan hanya terserap sebagai tenaga kasar.

Selain masalah SDM, mitigasi dampak lingkungan menjadi sorotan utama mengingat Tanimbar merupakan wilayah kepulauan. Masyarakat mendesak pemerintah dan operator untuk meminimalisir potensi kerusakan ekosistem laut yang dapat mengancam mata pencaharian nelayan tradisional. Pengelolaan lingkungan yang ketat dianggap harga mati agar keberadaan kilang tidak merusak ruang hidup warga.

Terakhir, Gaber mengingatkan pentingnya menjaga ketahanan sosial akibat masuknya ribuan tenaga kerja dari luar daerah. Tanpa pengelolaan berbasis kearifan lokal, fenomena ini dikhawatirkan dapat memicu pergeseran budaya di Kepulauan Tanimbar. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, operator, dan pemangku adat sangat diperlukan guna memastikan proyek raksasa ini berjalan selaras dengan tatanan sosial masyarakat setempat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....