Neraca Perdagangan Awal Tahun 2026 Alami Defisit US$ 73,05 Juta
- 09 Apr 2026 09:19 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku mencatat neraca perdagangan daerah ini mengalami defisit sebesar US$ 73,05 juta pada periode Januari hingga Februari 2026. Kepala BPS Maluku Maritje Pattiwaellapia menyebutkan kondisi ini melanjutkan tren negatif sepanjang tahun 2025 yang terus mencatatkan angka defisit.
Faktor utama penyebab ketimpangan ini adalah masih tingginya ketergantungan Maluku terhadap impor barang dari luar negeri. Impor tersebut didominasi oleh sektor migas yang nilainya belum mampu diimbangi oleh kinerja ekspor dari sektor yang sama.
“Tidak adanya aktivitas ekspor migas dari Maluku pada awal tahun ini ke pasar internasional. Sementara itu, nilai impor migas pada periode Januari-Februari 2026 justru melonjak hingga mencapai angka US$ 53,28 juta,” ujar Pattiwaellapia dalam paparannya.
Dikatakan, secara kumulatif, defisit periode ini dipicu oleh sektor migas sebesar US$ 46,71 juta serta sektor nonmigas yang turut menyumbang defisit US$ 26,34 juta. Meski demikian, sektor nonmigas sempat menunjukkan angka positif dengan mencatatkan surplus sebesar US$ 5,46 juta khusus pada bulan Februari.
Dilihat dari volume perdagangan, Maluku mengalami defisit sebesar 75,83 ribu ton akibat tingginya transaksi masuk di sektor migas. Pemerintah daerah diharapkan terus mendorong hilirisasi produk lokal agar mampu memperkuat neraca perdagangan nonmigas di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....