Teror Bom di Huamual, Polres SBB Turunkan Personel Dalmas
- 08 Apr 2026 14:19 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, SBB — Teror bom yang terjadi selama tiga hari berturut-turut, mulai dari malam hingga Selasa, 7 April 2026 siang di wilayah perbatasan Dusun Ani dan Dusun Tanah Goyang, tepatnya RT 06 Pawae, Desa Lokki, Kecamatan Huamual, telah menciptakan suasana mencekam di tengah masyarakat. Rentetan peristiwa tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga memicu rasa takut dan kekhawatiran akan keselamatan jiwa.
Warga mengaku hidup dalam tekanan, sementara situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah tersebut menjadi tidak kondusif. Teror ini pun menarik perhatian publik luas.
Berbagai spekulasi bermunculan terkait siapa dalang di balik aksi tersebut serta motif yang melatarbelakanginya. Guna meredam situasi dan mencegah eskalasi yang lebih besar, Polres Seram Bagian Barat (SBB) mengambil langkah cepat dengan menurunkan satu regu personel Dalmas ke lokasi kejadian.
Personel Dalmas yang dipimpin oleh Kasat Sabhara, Iptu Ronny Parihala, langsung disiagakan di titik rawan dengan pengamanan ketat. Mereka dilengkapi perlengkapan lengkap untuk memastikan stabilitas keamanan tetap terjaga.
Fokus pengamanan dipusatkan di RT 06 Pawae, Dusun Tanah Goyang, yang berbatasan langsung dengan Dusun Ani. Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif guna mencegah situasi semakin memanas, menghindari potensi korban, serta menghentikan teror berkepanjangan.
Kapolres Seram Bagian Barat, AKBP Andi Zulkifli, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya.
“Kami meminta masyarakat untuk menahan diri, tidak terpancing, dan tetap mempercayakan penanganan situasi ini kepada pihak kepolisian. Kami akan terus hadir untuk memberikan rasa aman. Setiap pelaku kejahatan yang terbukti akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....