Kemenag dan TP-PKK Perkuat Moderasi Beragama Berbasis Keluarga

  • 10 Mar 2026 16:10 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, H. Yamin, menegaskan komitmen memperkuat moderasi beragama dari ruang paling mendasar, yakni keluarga. Hal tersebut disampaikan saat mendampingi Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Maluku dalam audiensi bersama Menteri Agama RI Nasaruddin Umar di kantor pusat Kementerian Agama Republik Indonesia, Lapangan Banteng, Jakarta, Senin, 9 Maret 2026.

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk menguatkan peran keluarga sebagai benteng utama dalam merawat harmoni sosial dan kerukunan umat beragama di tengah masyarakat Maluku yang majemuk.

Dalam audiensi tersebut, Yamin hadir mendampingi rombongan yang dipimpin Wakil Ketua TP-PKK Maluku, Kasrul Selang, bersama jajaran pengurus. Kehadiran rombongan ini sekaligus memperkuat sinergi antara program pembinaan keluarga pemerintah daerah dengan agenda nasional penguatan moderasi beragama.

Turut hadir dalam rombongan tersebut Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Komisi VIII, Fransisko Alimudin Kolatlena, serta sejumlah pejabat daerah dari Maluku.

Bagi Ka.Kanwil Kemenag Maluku, H. Yamin, pengakuan tersebut menjadi bukti bahwa Maluku memiliki modal sosial yang kuat untuk terus memperkuat program moderasi beragama. Ia menilai pengalaman kerukunan yang telah terbangun selama ini harus terus dirawat melalui pendidikan keluarga dan literasi keagamaan yang inklusif.

“Pak Menteri sangat mengapresiasi inisiatif TP-PKK Maluku. Proposal yang disampaikan dalam pertemuan ini akan diteruskan kepada para direktorat jenderal terkait untuk ditindaklanjuti sesuai kondisi anggaran yang ada,” kata Yamin.

Selain penguatan moderasi beragama berbasis keluarga, TP-PKK Maluku juga mengusulkan sejumlah program dukungan kepada Kementerian Agama, di antaranya pelatihan keluarga sakinah, parenting religius, serta peningkatan peran penyuluh agama bagi perempuan di desa.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menegaskan pentingnya memperkuat pembinaan keluarga yang berlandaskan nilai-nilai religius.

“Program pembinaan keluarga berbasis nilai religius harus terus diperkuat. Kolaborasi dengan organisasi masyarakat seperti PKK sangat penting karena mereka memiliki jaringan langsung hingga ke tingkat keluarga,” ujar Menag, Nasaruddin Umar.




google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....