Pasokan Mitan di Maluku Aman, Masyarakat Diimbau Tidak Panic Buying
- 05 Mar 2026 07:31 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya minyak tanah (mitan) di Provinsi Maluku dipastikan aman hingga awal Maret 2026. Kepastian ini disampaikan menyusul meningkatnya tensi konflik geopolitik di Timur Tengah yang berdampak pada penutupan Selat Hormuz.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku, Achmad Jais Ely mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying karena dapat memicu lonjakan harga dan potensi penimbunan.
Ia menegaskan, pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap para pedagang, termasuk pengecer minyak tanah. Langkah yang dilakukan antara lain monitoring harga harian serta pelaksanaan operasi pasar murah untuk menjaga stabilitas harga di pasaran.
Selain itu, Disperindag Maluku bersama Satgas Pangan melakukan pengawasan langsung di lapangan. Jika ditemukan pedagang atau pengecer minyak tanah yang melanggar aturan, akan diberikan teguran hingga tindakan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Manakala mendapatkan ada para pedagang atau pengecer minyak tanah yang nakal, tentu kita lakukan teguran,” ujarnya.
Menurut kadis, kewenangan pendistribusian minyak tanah hingga ke tingkat pengecer berada pada instansi Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Namun, dalam kapasitasnya sebagai Pemerintah Daerah, pengawasan tetap dilakukan secara terpadu guna memastikan distribusi berjalan lancar, terutama menjelang perayaan hari besar keagamaan.
Ia menambahkan, apabila terdapat pedagang yang terbukti melakukan pelanggaran, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Maluku untuk penanganan lebih lanjut.
“Pemerintah berharap masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang dapat memicu kepanikan, karena stok minyak tanah di Maluku dalam kondisi aman dan terkendali,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....