BPS: Impor Maluku Januari 2026 Didominasi Sektor Nonmigas

  • 03 Mar 2026 08:32 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Nilai impor Maluku pada Januari 2026 tercatat sebesar US$ 61,96 juta, meningkat 16,80 persen dibanding Desember 2025 yang sebesar US$ 53,05 juta. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Maritje Pattiwaellapia menyebut impor Januari berasal dari sektor migas dan nonmigas.

Impor migas senilai US$ 24,94 juta atau turun 52,88 persen dibanding Desember 2025. Sementara impor nonmigas melonjak drastis hingga 32.010,83 persen, dari US$ 0,12 juta menjadi US$ 37,02 juta pada Januari 2026.

Komoditas impor meliputi bahan bakar mineral, mesin untuk keperluan umum, pelumas, generator set, kotak/kemasan dari karton, dan lainnya.

“Jika dibandingkan Januari 2025, total impor Maluku meningkat 105,73 persen dari US$ 30,12 juta,” kata Pattiwaellapia.

Dijelaskan, impor Januari 2026 berasal dari negara anggota ASEAN senilai US$ 24,94 juta. Rinciannya, Singapura sebesar US$ 17,82 juta dan Malaysia US$ 7,12 juta, sedangkan impor dari Tiongkok senilai US$ 0,56 juta dan Finlandia US$ 36,46 juta.

“Impor Maluku senilai US$ 61,96 juta atau mengalami peningkatan sekitar 16,80 persen dibanding bulan Desember 2025,” ujarnya.

Pattiwaellapia menambahkan, pada Januari 2026, pelabuhan bongkar barang impor Maluku dilakukan melalui Pelabuhan Yos Sudarso di Ambon dan Pelabuhan Wahai di Maluku Tengah. Sebanyak 99,10 persen barang impor masuk melalui Pelabuhan Yos Sudarso, sedangkan sisanya 0,90 persen melalui Pelabuhan Wahai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....