Saadiah Uluputty Minta Penyetaraan Fasilitas Mudik Gratis
- 26 Feb 2026 16:34 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Saadiah Uluputty menuntut agar program stimulus transportasi laut pada masa angkutan Lebaran 2026 tidak terpusat di Pulau Jawa.
Ia meminta pemerintah memastikan masyarakat di kawasan timur Indonesia mendapatkan akses setara terhadap fasilitas mudik gratis dan diskon tiket kapal.
"Program mudik gratis dan diskon tiket kapal belum sepenuhnya menyentuh warga di wilayah kepulauan seperti Maluku dan Papua. Kami minta ini jadi perhatian," kata Saadiah dalam rilisnya yang diterima RRI Ambon, Kamis, 26 Februari 2026.
Menurutnya, pemerintah harus berlaku adil. Jangan sampai program tiket gratis dan diskon ini hanya ke arah Jawa saja. Masyarakat di Maluku, Papua, dan wilayah timur lainnya juga butuh perhatian yang sama.
"Kami menuntut perluasan kuota mudik gratis hingga ke pelosok timur Indonesia agar keadilan itu dirasakan merata," ucapnya
Srikandi PKS asal Maluku itu menegaskan, bagi masyarakat kepulauan, transportasi laut merupakan jalur vital yang tidak tergantikan. Karena itu, distribusi bantuan transportasi harus merata dan tidak berorientasi pada wilayah tertentu saja.
Ia pun meminta Kementerian Perhubungan bersama PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) mengevaluasi kembali alokasi kuota, khususnya di trayek perintis yang melayani masyarakat berpenghasilan rendah.
Selain pemerataan kuota, ia juga menyoroti kesiapan layanan di Pelabuhan Tanjung Perak yang menjadi pintu utama arus penumpang menuju Indonesia Timur.
Dengan prediksi lonjakan penumpang mencapai puluhan ribu orang, kualitas fasilitas kapal dan terminal dinilai tak boleh diabaikan.
"Pelayanan harus ditingkatkan, jangan ada lagi keluhan soal makanan yang tidak layak. Kapasitas juga harus diawasi ketat, jangan dipaksakan melebihi batas," ujarnya tegas
Ia mengaku, berdasarkan data operasional, PELNI menyiapkan 50.000 tiket gratis kelas ekonomi serta potongan harga 30 persen untuk 25 kapal penugasan pelayanan publik (PSO) yang berlaku mulai 11 Maret hingga 5 April 2026.
Komisi V mencatat dua rute dengan pergerakan tertinggi dari Jawa Timur, yakni Balikpapan–Surabaya sebanyak 14.025 penumpang dan Makassar-Surabaya 11.714 penumpang.
Kedua jalur tersebut diperkirakan menjadi titik krusial pengawasan selama puncak arus mudik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....