Bukan Sekadar Branding, AMO Dorong Budaya Jadi Pilar Pembangunan Berkelanjutan
- 23 Feb 2026 16:39 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon : Direktur Ambon Music Office (AMO), Ronny Loppies, menegaskan bahwa posisi Ambon sebagai City of Music bukan sekadar branding, tetapi menjadi lokus penting untuk menunjukkan komitmen kota dalam melibatkan peran budaya sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan setelah 2030.
Menurut Ronny Loppies, peran budaya dalam pembangunan berkelanjutan masih belum sepenuhnya dipahami, terutama dalam konteks kota kreatif berbasis musik. Padahal, AMO selama ini membangun tujuan, target, dan indikator yang konsisten untuk memastikan keberlanjutan status Ambon sebagai City of Music.
Ia menjelaskan, secara global telah terjadi pergeseran cara pandang terhadap budaya. Melalui Deklarasi MONDIACULT 2022, negara-negara anggota UNESCO sepakat bahwa budaya adalah barang publik global dan harus diakui sebagai pilar pembangunan berkelanjutan yang berdiri sendiri. Kesepakatan tersebut kemudian mendorong lahirnya Laporan Global tentang Kebijakan Budaya yang disusun secara berkala setiap empat tahun.
“Laporan global itu menunjukkan bahwa budaya memiliki peran transformatif bagi kemanusiaan, kesejahteraan, dan pembangunan berkelanjutan, baik di tingkat global, nasional, maupun lokal,” ujar Ronny Loppies.
Ia menambahkan, laporan tersebut juga menilai bagaimana kebijakan budaya diterapkan melalui berbagai instrumen UNESCO, termasuk Indikator Budaya 2030 dan Jaringan Kota Kreatif Dunia. Dari situ terlihat bahwa budaya berkontribusi pada seluruh spektrum tujuan pembangunan, mulai dari pengentasan kemiskinan, aksi iklim, kesetaraan gender, hingga pemulihan pascakrisis.
Ronny Loppies menilai, hingga kini peran budaya dalam Agenda Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs 2030 masih belum mendapatkan ruang yang memadai, karena hanya disebut secara eksplisit pada beberapa target tertentu. Padahal, budaya menjadi fondasi penting bagi dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan.
“Momentum global sudah terbentuk melalui MONDIACULT 2022 serta deklarasi G20 dan G7 tentang budaya. Tantangannya sekarang adalah bagaimana kota-kota, termasuk Ambon, menerjemahkan pengakuan global itu menjadi kebijakan konkret dan investasi nyata,” ucapnya.
Ia berharap, ke depan budaya tidak lagi diposisikan sebagai sektor pelengkap, tetapi sebagai tujuan pembangunan yang berdiri sendiri. Dengan begitu, Ambon City of Music dapat terus berperan sebagai contoh kota kreatif yang menjadikan budaya sebagai penggerak utama pembangunan berkelanjutan setelah 2030.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....