Orang Pilihan Allah Dipanggil Hidup Dalam Kekudusan

  • 09 Feb 2026 11:38 WIB
  •  Ambon

RRI.Co.ID, Ambon - Kebaktian Minggu. 8 Februari 2026 di Gereja Joseph Kam sekaligus menjadi momen pembukaan Sidang Jemaat ke-41 Jemaat GPM Bethel, yang berlangsung khidmat bersama seluruh pelayan dan warga jemaat. Ibadah diawali dengan pembacaan Alkitab dari Efesus 1 ayat 3–14 yang menegaskan tentang identitas umat sebagai orang-orang pilihan Allah, kemudian dilanjutkan khotbah oleh Pdt. M. Ferdinandus.

 Dalam refleksinya, pendeta Ferdinandus mengatakan "Efesus 1 ayat 3 sampai 14 sebagai bagian yang ditentukan oleh lembaga pembinaan jemaah GPM di hari ini, akan menuntun kita untuk memahami siapa sebenarnya orang-orang pilihan dan apa yang harus dilakukan sebagai orang-orang pilihan itu, tetapi juga akan mengarahkan langkah persidangan jemaah GPM Bethel yang ke-41 untuk menetapkan sungguh kehadiran gereja sebagai orang-orang pilihan dan apa yang harus dilakukan oleh gereja sebagai orang-orang pilihan.

Dietrich Bonhoeffer, seorang teolog  asal Jerman yang dalam sejarah hidupnya begitu ngotot untuk melawan nasib sampai pada ia harus mati digantung. Pernah dalam salah satu tulisannya bertanya, apa yang membedakan orang Kristen dengan orang-orang lain? Apa yang membedakan orang Kristen dengan orang-orang yang Kemudian dia menjawab bahwa yang membedakan orang Kristen dengan orang lain adalah gaya hidup mereka, lifestyle mereka. Sebab menurut Bonhoeffer, gaya hidup adalah karakter yang dibentuk oleh komitmen terhadap Injil dan keinginan yang sangat kuat untuk hidup sepenuhnya kepada Kristus.

Artinya bahwa Bonhoeffer mau mengatakan gaya hidup yang berfokus kepada Kristus adalah gaya hidup orang Kristen dengan panjang lebar, Paulus menggambarkan berkat-berkat rohani itu demikian. Yang pertama dia mau bilang, berkat rohani yang mereka terima adalah mereka dipilih sejak semula. Mereka dikuduskan dan tak bercacat dihadapannya, dan mereka kemudian ditentukan sebagai anak-anak dalam kehendak. Itu berkat rohani yang pertama.

Paulus bilang, orang-orang yang dipilih atas prakarsa Allah adalah orang-orang yang dikuduskan, orang-orang yang tak bercacat dihadapan Allah, dan mereka disebut anak-anak Allah. Ayat 4 dan ayat 5 Paulus bilang. Dia mau mengatakan saudara-saudaraku bahwa berkat rohani diberikan atas prakarsa Allah, bukan tindakan manusia.

Paulus mau bilang Allah sendiri yang berinisiatif untuk memberikan berkat-berkat rohani itu, untuk memilih orang-orang yang dia tentukan, untuk menguduskan mereka, untuk menjadikan mereka tidak bercacat, dan mengangkat mereka sebagai anak-anak Allah. Itu prakarsa dari Allah, bukan atas kebaikan manusia.

Nah mengapa demikian terjadi? Paulus kemudian menjelaskan bahwa berkat-berkat ini diperoleh karena persekutuan dengan Kristus yang begitu kuat. Karena mereka ada di dalam Kristus, karena mereka melekat pada Kristus, maka berkat itu menjadi bagian dari hidup mereka. Dan berkat ini menunjuk pada kualitas kekristenan yang luar biasa. Kudus yang dipakai ini artinya bebas dari dosa, murni secara rohani, dan kekudusan itu memberikan simbol sebagai milik Allah.

Kalau kata tak bercacat, itu artinya sempurna, tanpa noda. Mungkin ibu dan bapak kalau membaca perjanjian lama mengerti bahwa ketika hewan yang mau dikorbankan kepada Allah, itu adalah hewan-hewan yang harus tidak bercacat, harus tidak bernoda, dan itu menunjukkan pada kualitas kekristenan yang luar biasa. Berkat yang kedua, ibu dan bapak, saudara-saudara, Paulus juga bilang bukan saja mereka dipilih dan tidak bercacat, kudus disebut anak Allah, tetapi mereka yang mengalami seluruh kehidupan dan terhadap mereka juga ada dosa dan kesalahan.

Berkat yang kedua adalah ditebus melalui darahnya, ayat 7-10 bilang. Kalau dalam perjalanan sebagai orang-orang pilihan, mereka bertemu atau mereka kedapatan melakukan hal-hal yang salah, maka berkat yang berikut adalah mereka diampuni, mereka ditebus, mereka disucikan, dan bahwa tindakan penebusan atas dosa terjadi sekali lagi, karena Kristus.

Biarlah segala perbuatan-perbuatan baik kita adalah semata-mata untuk mempermuliakan Tuhan. Matius 5 ayat 16 menutup khutbah ini, biar kamu membaca kademinya. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapakmu yang di surga. Tuhan memberkati segala kesiapan kita untuk mencayai firman ini, kata  Ferdinandus

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....