Garis Kemiskinan Maluku Naik, Komoditi Makanan Beri Andil Terbesar
- 07 Feb 2026 10:43 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Garis kemiskinan per rumah tangga di Maluku pada September 2025 rata-rata mencapai Rp 5.149.008 per bulan, naik 5,05 persen dibanding Maret 2025 yang sebesar Rp 4.901.672 per bulan.
Angka ini kata Kepala BPS Provinsi Maluku Maritje Pattiwaellapia, menggambarkan besarnya pengeluaran minimum yang harus dikeluarkan rumah tangga agar tidak tergolong miskin.
Garis kemiskinan di Maluku pada September 2025 mencapai Rp 797.060 per kapita per bulan. Angka ini meningkat 5,21 persen dibanding Maret 2025 maupun September 2024.
“Garis Kemiskinan mencerminkan pengeluaran minimum untuk kebutuhan makanan dan nonmakanan agar seseorang tidak dikategorikan miskin. Penduduk miskin adalah mereka yang rata-rata pengeluaran per kapita per bulan berada di bawah angka tersebut,” kata Pattiwaellapia dalam paparannya.
Menurutnya, komoditi makanan masih menjadi penyumbang terbesar dalam garis kemiskinan di Maluku. Di perkotaan maupun perdesaan, beras mendominasi dengan kontribusi 27,55 persen di perkotaan dan 28,67 persen di perdesaan.
Rokok kretek filter menempati posisi kedua dengan sumbangan 9,16 persen di perkotaan dan 5,58 persen di perdesaan. Komoditi makanan lainnya yang berperan signifikan antara lain roti, ikan tongkol/tuna/cakalang, ketela pohon/singkong, gula pasir, mie instan, dan bawang merah.
“Pola sumbangan komoditi terhadap garis kemiskinan di perkotaan dan perdesaan relatif stabil, dengan komoditi makanan tetap mendominasi dibanding komoditi bukan makanan,” ujarnya.
Sementara itu, untuk komoditi bukan makanan yang paling berpengaruh terhadap garis kemiskinan adalah perumahan, angkutan, listrik, pendidikan, bensin, perlengkapan mandi, perawatan pribadi, minyak tanah, dan kayu bakar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....