Piet Saimima: Pemasangan Meteran Air Atas Permintaan Pelanggan
- 05 Feb 2026 19:09 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Direktur Perumdam Tirta Yapono Ambon, Piet Saimima menegaskan bahwa pemasangan meteran air pada sejumlah wilayah seperti di Ponegoro Atas, Kesya dan Kudamati, dilakukan pihaknya atas permintaan pelanggan.
Pihaknya tidak pernah memaksakan warga untuk memasang meteran air dengan harus membayar biaya dengan jumlah tertentu.
Hal tersebut disampaikan Piet Saimima menyikapi adanya isu liar yang menyebut bahwa Perumdam Tirta Yapono menyusahkan warga dengan biaya pemasangan meteran air.
"Benar ada pemasangan meteran air di wilayah Keisya yang biayanya tembus Rp6 juta. Tapi harus saya tegaskan bahwa kita tidak pernah paksa, semua yang dilakukan itu atas permintaan pelanggan," kata Piet Saimima di Ambon, Kamis, 5 Februari 2026
Piet juga membantah informasi yang menyebut bahwa seluruh warga pada tiga wilayah tersebut mengeluh dengan harga pemasangan meteran maupun pelayan Tirta Yapono.
"Kalau dibilang semua warga pada tiga tempat itu mengeluh, saya rasa agak keliru. Sebab apa yang disampaikan itu tidak sesuai fakta yang terjadi bahwa warga mengeluh," ucapnya
Dijelaskan, benar bahwa pemasangan meteran air yang baru tarifnya mulai dari normalnya Rp1,9 juta bahkan ada yang Rp6 juta untuk warga di kawasan Kesya dan Gunung Nona, Kecamatan Nusaniwe.
"Normalnya Rp1,9 juta sampai Rp2 juta. Kalau Rp2 juta itu karena ada yang potong jalan. Nah untuk yang sampai Rp6 juta itu karena jarak rumahnya jauh dari pipa utama," ucapnya
Dikatakan, jika pelanggan yang lokasi rumahnya jauh, maka konsekuensinya ada penambahan pipa besi sebanyak enam hingga 12 staf agar air masuk ke rumah pelanggan.
"Makanya nominal harganya bisa sampai ke Rp6 juta. Kami hanya bisa penuhi keinginan pelanggan, kami tidak pernah paksa untuk harus pasang," kata Piet
Olehnya itu, jika ada opini liar bahwa biaya di tiga tempat itu menyusahkan warga karena tembus Rp6 juta, Piet menyatakan kalimat tersebut sangat keliru.
"Yang tembus Rp6 juta hanya di Kesya. Dan saya tegaskan sekali lagi kita tidak pernah paksa, semua yang dilakukan itu atas keinginan pelanggan," ujarnya
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....