BPS: Neraca Perdagangan Maluku 2024-2025 Terus Defisit
- 05 Feb 2026 09:35 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Pelaksana Harian (Plh) Kepala BPS Provinsi Maluku Jessica Pupella mengatakan, sepanjang Januari hingga Desember 2024, Maluku mengalami defisit neraca perdagangan sebesar US$398,34 juta. Setiap bulan pada periode tersebut, neraca perdagangan Maluku selalu tercatat defisit, dengan angka tertinggi terjadi pada Juli 2024, mencapai US$68,37 juta.
Menurut Jessica, defisit tersebut disebabkan tingginya impor barang dari luar negeri, terutama di sektor minyak dan gas (migas). Sementara ekspor migas Maluku masih belum mampu menutupi besarnya impor.
“Selama tahun 2024, nilai ekspor migas Maluku hanya sebesar US$23,29 juta, sedangkan impor migas mencapai US$445,82 juta,” kata Pupella dalam paparan perkembangan ekspor dan impor Provinsi Maluku.
Memasuki 2025 lanjutnya, kondisi neraca perdagangan Maluku masih mengalami defisit. Pada Januari hingga Desember 2025, defisit tercatat sebesar US$303,44 juta. Defisit ini dipicu sektor migas yang mencapai US$344,43 juta, meski sektor nonmigas justru mencatat surplus US$40,99 juta.
“Pada Desember 2025, neraca perdagangan Maluku defisit US$37,28 juta, dengan defisit migas US$42,97 juta dan surplus nonmigas US$5,68 juta,” ujarnya.
Selain nilai perdagangan, volume perdagangan Maluku juga menunjukkan defisit. Selama Januari–Desember 2025, volume perdagangan tercatat defisit 499,51 ribu ton. Defisit ini didorong oleh sektor migas yang mencapai 504,22 ribu ton, sementara sektor nonmigas mencatat surplus 4,71 ribu ton.
Pada bulan Desember 2025, volume perdagangan Maluku mengalami defisit 48,71 ribu ton. Defisit terbesar berasal dari sektor migas sebesar 49,81 ribu ton, sedangkan sektor nonmigas juga mengalami defisit 1,10 ribu ton.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....