Pattinama Tewas Terbakar, Saat Bersihkan Lahan
- 28 Jan 2026 11:27 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Marthen Ledrik Pattinama tewas dalam peristiwa kebakaran hutan yang terjadi di Kawasan Wailete, Desa Hative Besar, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Selasa 27 Januari 2026.
Peristiwa ini berawal dari, korban yang hendak membersihkan lahan milik warga dengan cara membakar tumpukan kayu. Sayangnya, tanpa sadar kobaran api itu membesar dan membuatnya terperangkap yang berujung pada kebakaran sekucur tebuhnya hingga tewas.
Warga sekitar yang melihat gumpalan asap tebal, langsung bergegas menuju TKP untuk memadamkan api sambil melaporkan kejadian tersebut ke Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Hative Besar.
Kepala Dinas Pemadama Kebakaran (Damkar) Kota Ambon, Alfredo J. Hehamahua, membenarkan peristiwa tersebut.
Menurutnya, setelah mendapat laporan, pihaknya langsung menuju TKP dengan menurunkan 1 Unit Mobil pemadam kebakaran dengan melibatkan 8 personil dari Pos Hative Besar. Sedangkan 1 unit Mobil PMK dari pos Mako, dengan turunkan 6 orang.
"Hanya butuh 10 Menit petugas tiba di TKP dan langsung memadamkan api dibantu warga setempat dan juga personil kepolisian yang tiba di lokasi. Meski api berhasil dijinakan. Namun, Marthen Ledrik Pattinama ditemukan tak bernaywa (Meninggal Dunia) akibat luka bakar serius," ungkap Alfredo kepada wartawan, Rabu 28 Januari 2026.
Selanjutnya, korban dievakuasi warga setempat ke RSUP Leimena untuk mendapatkan perawatan medis, namun setibanya di Ruang UGD RS Leimena, petani berusia 58 tahun itu dinyatakan meningal Dunia oleh medis.
"Pukul 18.20 WIT, setelah dipastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi terbakar, personil kembali ke pos masing-masing untuk melanjutkan piket kesiapsiagaan ," ujarnya.
Dari peristiwa naas tersebut, Alfredo menghimbau seluruh masyarakat kota ambon agar tetap berhati-hati dalam melakukan aktifitas, yang dinilai dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain termasuk membakar lahan, mengingat kondisi cuaca saat ini tidak membaik.
"Kami meghimbau warga kalau buka lahan dengan cara membakar harus hati - hati. Karena ini juga lagi musim cuaca ekstrim dan juga angin kencang yang sangat beresiko besar bagi kita semua ," imbuhnya.
"Kami turut berduka cita atas terjadinya musibah ini. Semoga keluarga yang ditinggalakan bisa bersabar. Kami juga mohoh maaf jika tak bisa menyelamatkan korban ," tutup Alferdo
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....