Penuhi Kebutuhan Warga, Pemkot Ambon Salurkan Air Bersih
- 28 Jan 2026 11:12 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Pemerintah Kota Ambon menyalurkan air bersih melalui mobil tangki ke sejumlah titik yang mengalami krisis air bersih, sebagai langkah kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak. Langkah ini dilakukan meski wilayah tersebut berada di luar kewenangan pengelolaan Perumdam Tirta Yapono.
Plt. Direktur Perumdam Tirta Yapono, Pieter Saimima dalam dialog di Pro1 RRI Ambon pada Rabu, 28 Januari 2026 menegaskan intervensi pemerintah kota bukan untuk menggantikan kewenangan PT Dream Sukses Airindo (DSA), melainkan sebagai upaya memastikan warga tetap mendapatkan akses air bersih.
Ia tak menampik, distribusi air melalui mobil tangki tidak mencukupi seluruh kebutuhan warga, namun lewat inisiatif tersebut Pemkot memastikan warga di daerah krusial tetap mendapatkan akses air bersih meski terkendala aturan konsesi.
“Mereka adalah warga kota, bukan warga kelas dua. Perlakuan yang diberikan harus sama demi memastikan warga kota mendapat akses air bersih,” kata Pieter.
Menurutnya, distribusi air bersih oleh Perumdam Tirta Yapono telah dilakukan hampir di seluruh wilayah yang menjadi kewenangannya melalui jaringan pipanisasi. Namun, beberapa lokasi menghadapi keterbatasan karena usia jaringan yang sudah tua. Meski begitu, pihak Perumdam tetap berupaya maksimal untuk memberikan pelayanan yang baik.
Beberapa daerah lanjutnya, seperti Kecamatan Leitimur dan Kecamatan Nusaniwe tepatnya di Negeri Seilale dan Latuhalat, tidak dilakukan intervensi karena mereka memiliki ketersediaan air bersih yang cukup melalui swadaya atau pengelolaan desa setempat.
“Kita hanya intervensi masalah teknis. Misalnya terjadi ganguan, mereka komunikasi dengan Perumdam Tirta Yapono untuk mengirimkan staf teknik dengan seluruh peralatan untuk memperbaikinya,” ujarnya.
Sedangkan untuk Kecamatan Teluk Ambon yang dintervensi hanya Desa Tawiri meski belum maksimal. Sedangkan untuk daerah Poka/Rumah Tiga baru dipersiapkan untuk dintervensi pada tahun 2026.
“Jadi daerah yang tidak diintervensi itu punya ketersediaan air bersih cukup,” ucapnya.
Ditambahkan, dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat pihaknya juga menjalankan dua misi utama, yakni pelayanan publik dan keberlanjutan usaha, sehingga intervensi hanya dilakukan di wilayah yang benar-benar membutuhkan layanan air bersih.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....