PODSI Maluku Harap Kabupaten/Kota Dukung Regenerasi Atlet Dayung
- 26 Jan 2026 08:18 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon – Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Maluku akan mendorong kabupaten dan kota di wilayah Maluku untuk mengikuti langkah Kabupaten Maluku Tenggara dalam mendukung pembinaan dan regenerasi atlet dayung.
Wakil Ketua Umum Pengprov PODSI Maluku, Carolus Nirahua mengatakan saat ini Kabupaten Maluku Tenggara telah menjadi daerah yang lebih dulu memulai pembinaan atlet dayung dengan dukungan pemerintah setempat. Langkah tersebut diharapkan menjadi contoh bagi kabupaten dan kota lain di Maluku untuk dapat mendukung regenerasi atlet dayung.
“Nanti kita akan mendorong sehingga kabupaten/kota yang lain juga,” kata Nirahua.
Menurutnya, pembinaan dan regenerasi atlet dayung harus menjadi tanggung jawab bersama antara PODSI, pemerintah, dan masyarakat di Maluku. Namun selama ini, pembinaan atlet kerap dibebankan hanya kepada PODSI Maluku, padahal pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota memiliki peran penting, terutama dalam penyediaan fasilitas serta dukungan kebijakan.
| Baca juga: OJK Maluku Perkuas Akses Keuangan Masyarakat |
“Ditangan pemerintah provinsi misalnya, sistem pembinaan dimulai sejak atlet berada di jenjang SMP dan ditangani oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Maluku hingga lulus SMA. Setelah itu, atlet akan dibina lebih lanjut oleh PODSI agar keberlangsungan regenerasi atlet tetap terjaga,” ujarnya.
Selain seleksi, Nirahua mengungkapkan bahwa pembinaan olahraga dayung membutuhkan sarana dan prasarana khusus, seperti perahu berstandar, yang tidak mudah dipenuhi tanpa dukungan penuh dari pemerintah daerah.
Untuk itu, PODSI Maluku berencana melakukan roadshow ke seluruh kabupaten dan kota guna menyamakan persepsi bahwa pembinaan atlet dayung merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah provinsi.
“Biasanya teman-teman di provinsi ini sudah bina dengan susah payah, lalu misalnya atlet berhasil mendapatkan medali di PON atau medali SEA Games Lalu kabupatan mulai klaim itu atlet mereka, padahal tidak ada kontribusinya. Dan pola pikir ini yang harus dirubah,” ucap Nirahua.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....