‎Program Keluarga Berencana Kota Ambon Capai Hasil Memuaskan

  • 23 Jan 2026 19:21 WIB
  •  Ambon

‎RRI.CO.ID, Ambon - Sepanjang tahun 2025, program Keluarga Berencana (KB) di Kota Ambon mencatatkan rapor hijau dengan angka partisipasi masyarakat yang melonjak tajam dan pertumbuhan penduduk yang semakin terkontrol. Hal itu menjadi kabar menggembirakan yang datang dari sektor kependudukan Kota Manise ini.

‎Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Ambon, Juliana Welhelmina Patty, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan buah manis dari kolaborasi apik bersama BKKBN dan berbagai instansi terkait.

‎“Kami menggunakan lima indeks utama sebagai tolok ukur. Hasilnya, terjadi penurunan pada indikator yang perlu ditekan dan capaian memuaskan pada aspek-aspek vital kependudukan,” ujar Juliana saat memberikan keterangan di Ambon, Jumat (23/1/2026).

‎Menurutnya, salah satu poin paling impresif adalah tingkat partisipasi peserta KB aktif atau Contraceptive Prevalence Rate (CPR) yang menembus angka 89,72 persen. Angka fantastis ini tidak hanya melampaui rata-rata nasional, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa kesadaran warga Ambon akan pentingnya perencanaan keluarga sudah sangat tinggi.

‎Tidak hanya itu, angka kelahiran atau Total Fertility Rate (TFR) Ambon kini berada di angka 1,99. Itu artinya, rata-rata perempuan di Ambon memiliki dua anak, sebuah angka ideal yang menunjukkan pertumbuhan penduduk berjalan seimbang dan sehat.

‎DPPKB juga sukses menekan angka kelahiran di usia remaja (15–19 tahun) hingga ke level 15 persen berkat gempuran program seperti Generasi Berencana (GenRe) di sekolah-sekolah. Namun, Juliana menegaskan masih ada pekerjaan rumah, yakni menekan angka unmet need (kebutuhan KB yang belum terpenuhi) yang saat ini masih berada di angka 13,32 persen.

‎“Fokus kami ke depan adalah merangkul pasangan usia subur yang ingin menunda kehamilan namun belum menggunakan kontrasepsi. Ini penting untuk mencegah kehamilan yang tidak direncanakan,” jelasnya.

‎Menutup keterangannya, Juliana memastikan bahwa di tahun 2026 ini, percepatan penurunan angka stunting tetap menjadi "menu utama" DPPKB.

‎"Melalui pendampingan keluarga yang lebih intensif, pemerintah optimistis kualitas hidup dan kesehatan generasi masa depan Kota Ambon akan semakin terjamin,"tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....