Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku Gelar Screening Film Enbal

  • 23 Jan 2026 08:29 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah (BPKW) XX Maluku menggelar kegiatan resensi dan screening film Enbal sebagai bagian dari finalisasi proses pengusulan Enbal dari Kepulauan Kei dan Jepa dari Sulawesi Barat ke UNESCO. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 21 Januari 2025 dan dirilis melalui akun Instagram resmi BPK Wilayah XX (@bpk.xx.maluku).

Kegiatan resensi dan pemutaran film ini dilakukan dalam rangka pengusulan Enbal dan Jepa sebagai Warisan Budaya Dunia melalui skema joint nominations bersama Kuba, Venezuela, Republik Dominika, Haiti, dan Honduras. Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XX, Dody Wiranto, S.S., M.Hum., yang menegaskan bahwa Enbal merupakan pangan tradisional khas masyarakat Kei yang memiliki nilai sejarah serta praktik budaya yang kuat dan layak diperjuangkan sebagai warisan budaya dunia.

“Film dokumenter yang diputar merekam secara komprehensif proses pembuatan Enbal, mulai dari pengolahan, teknik pemerasan, pengeringan, hingga pengolahan menjadi pangan tradisional khas masyarakat Kepulauan Kei,” tulis akun BPK Wilayah XX.

Usai pemutaran film, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi yang diisi melalui resensi film oleh Tim Pamong Budaya. Resensi tersebut memuat analisis pada setiap bagian subtitle dengan menyoroti kekuatan narasi, ketepatan visual, serta kesesuaian konten dengan konteks budaya yang diangkat.

Melalui kajian tersebut, tim menilai film dokumenter Enbal berhasil menyampaikan pesan kultural secara kontekstual dan relevan. Film ini juga dinilai mampu menjadi medium edukasi yang efektif dalam memperkuat pemahaman publik terhadap warisan budaya, khususnya bagi generasi muda.

Kegiatan ini menjadi langkah penting BPKW XX Maluku dalam memastikan kelengkapan substansi pengusulan Enbal dan Jepa ke UNESCO. Diharapkan, melalui resensi dan diskusi yang dilakukan, dokumen serta materi pendukung yang disiapkan semakin kuat secara akademis dan kultural, sehingga dapat memperkuat posisi warisan budaya Indonesia di tingkat internasional serta mendorong keberlanjutan pelestariannya di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....