Psikolog Klinis Ungkap Kesenjangan Generasi

  • 18 Nov 2025 13:12 WIB
  •  Ambon

KBRN, Ambon: Perbedaan cara pandang dan perilaku antara generasi kerap menimbulkan gesekan di lingkungan kerja maupun keluarga. Fenomena yang dikenal sebagai gap antar generasi ini bukan hanya masalah selera, melainkan dipengaruhi kuat oleh konteks historis, sosial, dan teknologi saat mereka dibesarkan.

Menurut Jeanete Ophilia Papilaya, M.Psi., seorang Psikolog Klinis, kesenjangan antar generasi (Baby Boomer, Millennial, dan Gen Z) dipengaruhi oleh cara mereka lahir dan dibesarkan, serta latar belakang sosial mereka. Setiap lingkungan membentuk karakteristik dan pola interaksi yang unik.

"Kita tidak bisa menyamaratakan sudut pandang atau cara berpikir dari ketiga generasi ini," kata Jeanete, menekankan pentingnya memahami konteks masing-masing generasi.

Generasi ini tumbuh di lingkungan paska Perang Dunia Kedua, pada masa negara mulai bangkit dan berkembang. Ciri khas lingkungan Baby Boomer biasanya Hidup dengan kedisiplinan yang ketat. Kerap mengikuti aturan dan norma yang dianggap sangat kaku serta Pola interaksi dalam keluarga cenderung otoriter dan berbasis hierarki yang kuat. Fokus utama mereka adalah stabilitas, kerja keras, dan kepatuhan terhadap sistem yang ada.

Millennial (Gen Y) adalah jembatan antara dunia analog dan digital. Mereka hidup pada masa transisi signifikan, yaitu peralihan dari dominasi Baby Boomer menuju perkembangan teknologi yang masif.

Karakteristik utama Millennial adalah pencarian keseimbangan Mereka beradaptasi dengan teknologi baru sambil tetap menghargai nilai-nilai tradisional. Dan Cenderung lebih terbuka terhadap perubahan tetapi masih bergumul dalam mencari work-life balance yang ideal di tengah tuntutan dunia yang semakin cepat.

Generasi Z adalah generasi yang lahir, hidup, dan dibesarkan di zaman yang sudah full teknologi. Sejak dini, mereka terpapar informasi dan interaksi yang serba cepat dan instan.

Dampaknya pada karakteristik Gen Z antara lain Instan dan Cepat yakni Terbiasa dengan segala sesuatu yang serba cepat dan mudah diakses. Sifat instan ini terkadang membuat Gen Z gampang merasa terpuruk (down) ketika menghadapi tantangan atau proses yang membutuhkan waktu dan kesabaran.

Penting bagi setiap generasi untuk mengakui dan menghargai latar belakang yang membentuk pola pikir mereka. Membangun komunikasi yang efektif dan empati adalah kunci untuk menjembatani gap ini, baik di rumah maupun di tempat kerja.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....