Potret Warga Pulau Damer, Puluhan Tahun Terisolasi

  • 15 Agt 2025 19:19 WIB
  •  Ambon

KBRN, Ambon: Masyarakat pada tujuh desa di Pulau Damer, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Provinsi Maluku, telah hidup dalam keterilosian selama puluhan tahun tanpa akses jalan darat yang layak. Hingga kini, belum ada perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pusat, untuk membangun infrastruktur yang menjadi urat nadi perekonomian dan kehidupan sosial masyarakat.

Warga yang mendiami desa Wulur, Keli, Ilih, Bebar, Kumur, Kuai, dan Desa Batumerah selama ini mengandalkan transportasi laut, sebagai jalur utama mobilitas untuk menjangkau fasilitas dasar seperti sekolah, puskesmas hingga pasar.

"Besok tepat 80 tahun Indonesia merdeka. Tapi kami warga di Pulau Damer masih hidup dalam keterisolasian tanpa jalan darat. Kami butuh perhatian pemerintah," kata salah satu tokoh Agama setempat, Pdt. Wiliam Hehakaya dalam rilisnya yang diterima media ini, Jumat (15/08/2025).

Menurutnya, dengan kondisi laut yang kerap bergejolak, disertai gelombang besar, telah memakan banyak korban jiwa warga Pulau Damer. Namun, kesenjangan ini tidak pernah dilihat serius oleh pemerintah.

Warga sempat dibuat senang pada tahun 2021 lalu. Dimana pemerintah mendatangkan alat berat untuk proyek pengerjaan jalan lintas Wulur-Batumerah. Sayang, hingga tahun 2025, proyek tersebut tak kunjung selesai.

"Kami senang saat dengar jalan lintas masuk dari Desa Wulur–Batumerah dan pembongkaran terjadi pada 2021, tetapi sampai sekarang proyeknya belum juga rampung,"ujarnya

Warga juga berharap perhatian dari Presiden Prabowo Subianto, Gubernur Maluku, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Maluku untuk menindaklanjuti pembangunan proyek dimaksud.

"Mohon petunjuk dari Bapak Gubernur dan PUPR Provinsi Maluku, sebab sesuai informasi jalan ini milik provinsi. Salam dari kami masyarakat di kaki Gunung Buarlali untuk Pemerintah Maluku," ucap Hahakaya

Sementara itu, Kepala Desa Ilih, Saul Demny, turut menyampaikan harapan agar pemerintah tidak menunda pengerjaan jalan yang dinilai vital bagi keselamatan dan perekonomian warga.

Ia menyebut, jalan lintas yang pernah dibongkar tahun 2021 lalu, juga melewati Desa Ilih. Namun kondisi jalan tidak bisa dilewati.

"Jalan ini sangat penting untuk menghubungkan desa-desa di Pulau Damer. Kalau selesai, akses pelayanan kesehatan, pendidikan, dan distribusi barang akan jauh lebih cepat dan aman, apalagi saat laut bergelombang," harap Saul Demny

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....