Ramai Tolak Penambangan Batu Kapur di Malra
- 10 Jun 2025 12:39 WIB
- Ambon
KBRN, AMBON : Aktivitas penambangan pasir dan batu di Pulau Kei Besar, Maluku Tenggara, menuai kritik publik. PT Batulicin Beton Asphalt, anak usaha Jhonlin Group milik Haji Isam diduga pelaku dari penambangan tersebut.
Aksi protes di media sosial terhap aktivitas pertambangan skala besar d Kabupaten Maluku Tengagra. Warganet menyoroti aktivitas penambangan yang disebut berlangsung di wilayah seluas sekitar 550 kilometer persegi itu dianggap mengancam lingkungan dan masa depan generasi Kei.
PT Batulicin Beton Asphalt (BBA), anak perusahaan dari Jhonlin Group, konglomerat milik Haji Isam alias Andi Syamsuddin Arsyad, yang selama ini dikenal sebagai raja bisnis energi dan infrastruktur di Kalimantan.
Aktivitas tersebut mulai jadi sorotan sejak foto-foto ekskavator, truk pengangkut, hingga tongkang pengangkut material tambang beredar di media sosial, dan mendapatkan reaksi warganet.
Ditengah ramai kritikan publik, muncul Marco Talubun, tokoh muda Kei yang juga mengktirik aktivitas pertambangan tersebut.
Marco menyebut banjir dan bencana di Kei Besar beberapa hari terakhir ini adalah bagian dari peringatan alam dan leluhur.
“Tanah kei, tanah yang di jaga leluhur kita. Kita, dijaga, anak cucu kei dijaga leluhur. Banjir dan bencana itu merupakan peringatan alam dan leluhur. Tuhan dan leluhur melihat semua ini,’” ungkap Marco.
Olehnya itu, Marco berharap Pemrintah Kabupaten setempat dapat berikap tegas, dan melihat persoalan ini sebagai hal yang serius. Karena, lanjut aktivis GMKI Cabang Ambon, ini bukan hanya proyek melainkan juga mengancam lingkungan.
“Pemkab Malra harus berikap tegas. Harus serius melihat masalah ini. Ini bukan hanya proyek tapi mengancam lingkungan. Dikajih lagi, jangan menhadirkan sesuatu yang dapat mengancam keslamatan masuyarakat,” tandasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....