Prosesi Jalan Salib Oikumene Warnai Paskah di Ambon

  • 19 Apr 2025 11:52 WIB
  •  Ambon

KBRN, Ambon : Menyambut Perayaan Paskah atau Kebangkitan Yesus Kristus tahun 2025, Dewan Pastoral Paroki Santa Maria Bintang Laut berkolaborasi dengan denominasi Gereja di Kota Ambon melaksanakan "Jalan Salib Hidup Oikumene" yang menggambarkan perjalanan penderitaan Yesus Kristus sebelum penyaliban di Bukit Golgota.

Prosesi jalan salib ini diawali dari gereja Katedral Ambon Batu Meja, melintasi sejumlah ruas jalan utama hingga finish di Kompleks Katolik Center tepatnya di Gereja Santa Maria Bintang Laut di Kawasan Benteng, Kota Ambon sekaligus menjadi lokasi penyaliban Yesus yang merupakan puncak dari dramatisasi jalan salib hidup oikumene tahun 2025.

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa saat membuka kegiatan tersebut memberikan apresiasi, dan berharap prosesi Jalan salib ini dapat mengirimkan pesan damai kepada seluruh masyarakat di Maluku agar kita hidup dalam keberagaman, namun penuh cinta kasih dan saling menghormati antar umat beragama.

"Saya sebagai Gubernur Maluku sangat bersyukur sekali punya kesempatan untuk melihat prosesi jalan salib ini karena acaranya bagus sekali. Tentunya pemerintah provinsi senantiasa akan mendukung kegiatan-kegiatan yang seperti begini," ujarnya.

Sementara itu, salah satu warga Kota Ambon yang berdomisili di Yogyakarta Katje Siahaya mengaku pertama kalinya menyaksikan prosesi jalan salib ini.

Dikatakan, kegiatan ini menyadarkan kita selaku umat kristiani tentang penderitaan dan pengorbanan Yesus, dan diharapkan kita dapat menyadari betapa besar kasih Allah dalam menebus dosa manusia, sekaligus mengajak umat beriman untuk bertobat, mengubah cara pandang dan perilaku, serta hidup lebih sesuai dengan ajaran Yesus.

"Jalan salib ini menyadarkan kita selaku orang percaya betapa besar pengorbanan Yesus," ujarnya.

Siahaya juga berharap kegiatan ini menjadi agenda wisata rohani yang digelar setiap tahun, guna menarik wisatawan lokal bahkan mancanegara untuk menyaksikan prosesi ini, sekaligus memperkenalkan keberagaman yang ada di kota Berjuluk manise ini.

"Kegiatan harus menjadi wisata rohani, sehingga semua orang kristen di seluruh dunia bisa hadir dan menyaksikan hal ini di Ambon," tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....