Panas Pela Belasan Negeri Adat di Seram Berlangsung Sakral

  • 15 Des 2024 10:08 WIB
  •  Ambon

KBRN, Ambon: Tradisi adat yang sarat makna kembali digelar di Pulau Seram, Maluku. Kali ini melibatkan masyarakat dari 12 negeri adat dalam acara Panas Pela.

Panas Pela dipusatkan di Negeri Manusa, Kecamatan Inamosol, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Sabtu (14/12/2024)

Acara yang diikuti persekutuan negeri adat Yapoi Patai-Mansamanuwei itu berlangsung sakral dan penuh haru, mempererat ikatan persaudaraan antar negeri-negeri adat yang telah terjalin turun-temurun.



Prosesi diawali dengan arak-arakan perwakilan dari masing-masing negeru menuju lokasi upacara, diiringi lantunan kabata (syair) adat dan bunyi alat musik tradisional seperti tifa, gong dan tahuli.

Kemudian pemuka adat Negeri Manusa membaca sejarah terjadinya pela antara ke-12 negeri dilanjutkan dengan memotong kepala ayam putih, dan darahnya diteteskan ke dalam sageru (minuman khas Maluku) untuk kemudian diminum oleh seluruh anak cucu Yapoi Patai-Mansamanawai.

Di tengah prosesi, masyarakat menyaksikan momen mengharukan ketika para pemimpin adat daru setiap negeri saling berpelukan sebagai simbol persekutuan.



Anak-anak muda pun turut dilibatkan untuk memastikan nilai-nilai adat tetap diwariskan kepada generasi berikutnya.

Hadir dalam acara tersebut diantaranya Penjabat Bupati SBB, Achmad Jaiz Ely, unsur Forkopimda dan masyarakat dari belasan negeri.

Penjabat Bupati SBB, Achmad Jaiz Ely dalam sambutannya mengatakan, Pela dan Gandong merupakan budaya orang Maluku untuk pererat hidup antar negeri satu dan lainnya.

Untuk itu, budaya dan tradisi ini perlu terus dijaga dan lestarikan agar tidak tenggelam termakan zaman.

"Kita harus bangga punya budaya pela dan gandong. Inilah cara leluhur mengikat kita orang basudara yang ada di Maluku," kata Jaiz



Menurutnya, upacara panas Pela pada umumnya bermaksud untuk menghidupkan ingatan pada masa lampau dan sekaligus mensakralkan kembali hubungan yang sejak lama telah dijalin antar negeri.

Adat dan panas pela dapat dikatakan sebagai pranata yang berfungsi sebagai ikatan hubungan persaudaraan antara seluruh penduduk dari negeri-negeri adat yang punya ikatan pela gandong yang erat.

"Dan saya sebagai anak adat, sangat menghargai acara adat dimanapun. Makanya, meski melewati jalan yang terjal dan berlumpur, saya rela untuk ke sini dan menyaksikan langsung panas pela Yapoi Patai-Mansamanawai," ucapnya

Jaiz Ely berjanji, Pemda SBB akan melihat akses jalan ke negeri-negeri yang ada di wilayah pegunungan terutama di Kecamatan Inamosol.

"Saya akan melihat akses jalan. Dan hari ini juga Pemda membagikan sembako gratis untuk masyarakat yang menghadiri acara panas pela hari ini," tukasnya

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....