Jelang Lebaran, Warga Amalatu Keluhkan Pemadaman Listrik
- 17 Mar 2026 12:03 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon — Jelang Hari Raya IdulFitri 1447 Hijriah, warga Kecamatan Amalatu, khususnya Negeri Latu, dibuat jengkel dengan pelayanan listrik yang dinilai buruk. Pemadaman listrik yang kerap terjadi tanpa pemberitahuan kali kembali membuat warga gigit jari, bahkan menyebabkan kerusakan pada peralatan elektronik rumah tangga.
Kejadian paling anyar dialami oleh Bapak Latief, seorang warga Negeri Latu. Pada Senin, 16 Maret 2026, pemadaman listrik terjadi secara tiba-tiba pada sore hari. Naas, ketika listrik kembali menyala, terjadi korsleting di instalasi rumahnya yang mengakibatkan seluruh lampu penerangan putus dan koslet.
"Semua lampu di rumah Beta mati total. Setelah beta periksa, ternyata koslet semua. Beta terpaksa beli sekitar 10 buah lampu baru untuk ganti yang putus. Ini kerugian yang cukup besar, apalagi sudah mau lebaran begini," keluh Bapak Latief, Selasa (17/3/2026).
Kejadian ini menambah daftar panjang keluhan masyarakat terkait pelayanan PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kairatu. Pasalnya, memasuki H-4 Lebaran, kebutuhan warga akan pasokan listrik sangat vital. Masyarakat membutuhkan listrik untuk keperluan mendesak seperti membuat kue-kue kering, hingga menarik air menggunakan mesin pompa (Sanyo) untuk membersihkan perabotan rumah menjelang hari raya.
"Saat ini listrik itu kebutuhan pokok. Kami mau bersihin rumah, mau buat kue lebaran, itu semua butuh air. Kalau listrik padam, mesin Sanyo tidak bisa nyala, air tidak bisa naik. Susah jadinya," ujar seorang warga lainnya.
Masyarakat berharap Manager ULP PLN Kairatu, yang bertanggung jawab langsung atas operasional dan gangguan di wilayah Kecamatan Amalatu, dapat segera turun tangan. Warga mendesak agar pihak manajemen PLN mengambil langkah tegas dan konkret untuk memastikan pelayanan listrik di daerah Amalatu segera normal tanpa adanya pemadaman bergilir yang merugikan.
"Kami minta pak Manajer bertindak. Jangan sampai masyarakat yang sudah membayar tagihan listrik setiap bulan malah terus-terusan dirugikan. Apalagi ini sudah mau Lebaran, seharusnya pelayanan ditingkatkan, bukan malah dibiarkan seperti ini," pungkas Bapak Latief.
Hingga berita ini diturunkan, kami belum dapat terhubung dengan pihak Manager ULP PLN Kairatu untuk memberikan tanggapan resmi terkait keluhan warga Negeri Latu dan sekitarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....