Diguyur Hujan, Pawai Obor Malam 27 Ramadan di Hila Tetap Meriah

  • 14 Mar 2026 19:54 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon: Meski diguyur hujan, semangat untuk mengikuti pawai obor dalam rangka menyambut malam tujuh likur atau malam 27 Ramadan 1447 Hijriah/2026 tetap membara. Tradisi tahunan yang sarat makna religi ini berlangsung meriah dengan ratusan warga yang tetap berjalan mengelilingi kampung sambil membawa obor yang menyala terang.

Sejak selepas shalat Magrib, warga mulai berkumpul di pelataran Rumah Tua Ollong dengan membawa obor yang terbuat dari bambu. Anak-anak, ramaja hingga orang tua terlihat antusias mengikuti kegiatan yang menjadi simbol menyambut malam-malam terakhir bulan penuh magfirah itu.

Hujan yang turun ditengah jalannya kegiatan tidak menyurutkan langkah peserta pawai. Dengan mengenakan pakaian serba putih, mereka tetap melanjutkan perjalanan sambil melantunkan shalawat dan takbir yang menggema di sepanjang rute pawai.

Koordinator pawai obor, Abdullah Ollong mengatakan, pawai obor malam tujuh likur merupakan tradisi yang telah lama dijaga oleh masyarakat sebagai bentuk syiar islam sekalgus mempererat kebersamaan antarwarga.

"Kalau malam 7 likur tiba, biasanya dimulai dengan bakar lilin dan damar di kubur dan keramat. Kemudian dilanjutkan dengan pawai obor hingga waktu isya tiba. Dan itu yang warga Hila kita jaga selama ini sebagai tradisi dan simbol mempererat silaturahim," kata Ollong di sela-sela kegiatan pawai, Sabtu malam, 14 Maret 2026.

Menurutnya, kondisi cuaca yang kurang bersahabat justru semakin menunjukkan kekompakan masyarakat dalam melestarikan tradisi tersebut.

"Walaupun hujan, semangat anak-anak sangat luar biasa. Bahkan pawai dilakukan hingga ke Kaitetu, negeri yang bertetangga dengan Hila. Ini pertanda tradisi ini masih sangat dicintai oleh masyarakat Hila," ujarnya

Sepanjang perjalanan, cahaya obor yang berderet, yang dipadukan dengan cahaya lampu-lampu hias menciptakan pemandangan yang indah di malam 7 likur.

Warga yang menyaksikan di pinggir jalan pun turut memberikan dukungan dan ikut meramaikan suasana.

"Kalau di Hila, pawai obor ini diyakini sebagai momentum mendekati datangnya malam Lailatul Qadar pada 10 malam terakhir Ramadan," ucapnya

Ia berharap tradisi ini tetap terawat dan terus dijaga oleh masyarakat Negeri Hila agar tidak hilang termakan perkembangan zaman.

Rekomendasi Berita