Qiyamullail Akhir Ramadhan, Kunci Raih Lailatul Qadar

  • 14 Mar 2026 09:53 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Memasuki sepuluh malam terakhir bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, umat Islam di seluruh dunia dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, khususnya qiyamullail atau shalat malam. Sepuluh malam terakhir ini dikenal sebagai momen paling istimewa karena di dalamnya terdapat Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.

Di kutip dari suara Muhammadiyah, Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusang Muhammadiyah, Prof. Dr. Syamsul Anwar, menjelaskan bahwa qiyamullail di akhir Ramadhan memiliki keutamaan yang luar biasa. Ibadah ini tidak hanya terbatas pada shalat, tetapi juga menghidupkan malam dengan berbagai bentuk ketaatan.

"Yang dimaksud dengan menghidupkan malam di sepuluh akhir Ramadhan adalah mengisinya dengan berbagai ibadah. Mulai dari shalat Isya berjamaah, shalat tarawih, kemudian di pertengahan malam atau sepertiga malam terakhir melaksanakan shalat tahajud dan witir, ditambah dengan bacaan Al-Qur'an, dzikir, dan doa," ujar Prof. Syamsul.

Waktu Utama dan Jenis Ibadah

Menurut panduan yang disampaikan Muhammadiyah, waktu pelaksanaan qiyamullail terbentang sejak setelah shalat Isya hingga menjelang fajar. Namun, waktu yang paling utama adalah pada sepertiga malam terakhir, saat Allah SWT turun ke langit dunia untuk mengabulkan doa hamba-hamba-Nya.

Untuk meraih keutamaan maksimal, umat Islam dapat memulainya dengan shalat tarawih berjamaah di masjid. Setelah tidur sejenak, dianjurkan bangun kembali untuk melaksanakan shalat tahajud dan diakhiri dengan shalat witir sebagai penutup.

"Rasulullah SAW bersabda, 'Barangsiapa menegakkan (shalat malam) di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu' (HR. Bukhari dan Muslim). Hadits ini menjadi motivasi besar bagi kita untuk tidak menyia-nyiakan malam-malam penuh berkah ini," tambah Prof. Syamsul.

Keistimewaan Malam Ganjil

Lailatul Qadar diyakini turun pada salah satu malam ganjil di sepuluh hari terakhir, yaitu malam 21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadhan. Oleh karena itu, umat Islam disunnahkan untuk meningkatkan intensitas ibadah pada malam-malam tersebut.

Selain shalat, amalan lain yang sangat dianjurkan adalah i'tikaf atau berdiam diri di masjid. Dengan i'tikaf, seseorang dapat fokus beribadah dan melepaskan diri sejenak dari hiruk-pikuk urusan duniawi. Tilawah Al-Qur'an, memperbanyak istighfar, dan doa khusus Lailatul Qadar yang diajarkan Rasulullah, "Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni" (Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan menyukai pengampunan, maka ampunilah aku), juga menjadi amalan yang tidak boleh dilewatkan.

Strategi Menjaga Stamina Ibadah

Mengingat ibadah di sepuluh malam terakhir membutuhkan energi dan konsentrasi ekstra, beberapa strategi dapat diterapkan. Umat Islam disarankan untuk tidur siang sejenak (qailulah) guna menjaga stamina saat beribadah malam. Mengurangi interaksi dengan gadget dan hal-hal yang kurang bermanfaat juga penting dilakukan agar fokus ibadah tidak terganggu.

"Kualitas ibadah lebih penting daripada kuantitas. Meski fisik mulai lelah di penghujung Ramadhan, semangat harus tetap dijaga. Ini adalah sprint terakhir dalam meraih predikat takwa," pungkas Prof. Syamsul.

Dengan datangnya sepuluh malam terakhir, umat Islam diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini sebaik-baiknya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menggapai ampunan serta pahala Lailatul Qadar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....