Bolehkah Makan Pedas Saat Buka Puasa?

  • 26 Feb 2026 15:56 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Bulan suci Ramadhan selalu identik dengan momen berbuka puasa yang dinanti-nanti. Setelah seharian menahan lapar dan haus, berbagai hidangan lezat seakan terasa lebih menggoda. Di Indonesia, menu pedas seperti sambal, ayam geprek, hingga seblak kerap menjadi pilihan favorit saat adzan Maghrib berkumandang. Sensasi pedas yang menggigit seolah menjadi pelengkap kebahagiaan berbuka.

Bagi masyarakat Indonesia, rasa pedas bukan sekadar cita rasa, tetapi sudah menjadi bagian dari budaya kuliner. Banyak orang merasa kurang lengkap jika berbuka tanpa sambal. Namun, perlu diingat bahwa kondisi lambung setelah berpuasa tentu berbeda dibandingkan hari biasa. Lambung yang kosong selama berjam-jam menjadi lebih sensitif terhadap makanan tertentu, termasuk makanan pedas.

Menurut Mayo Clinic, makanan pedas dapat memicu iritasi pada saluran pencernaan bagi sebagian orang, terutama mereka yang memiliki masalah lambung. Artinya, tidak semua orang aman mengonsumsi makanan pedas dalam jumlah banyak saat berbuka.

Dilansir dari Cleveland Clinic, setelah seharian berpuasa, lambung lebih sensitif terhadap makanan ekstrem, termasuk pedas. Konsumsi makanan pedas saat kondisi lambung kosong bisa memicu rasa perih, nyeri ulu hati, hingga sensasi terbakar di dada. Pada individu tertentu, makanan pedas juga dapat memperburuk gejala asam lambung.

Hal senada juga dijelaskan oleh American College of Gastroenterology. Bagi penderita GERD (gastroesophageal reflux disease), makanan pedas kerap menjadi pemicu kambuhnya gejala. Sensasi panas dari cabai dapat memperparah refluks asam lambung. Karena itu, bagi yang memiliki riwayat maag atau GERD, sebaiknya lebih berhati-hati dalam memilih menu berbuka.

Tak hanya berdampak pada lambung, makanan pedas juga dapat memicu rasa haus berlebih. Jika dikonsumsi saat sahur, kondisi ini berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan sepanjang hari puasa. World Health Organization (WHO) menekankan pentingnya menjaga hidrasi tubuh selama Ramadhan. Mengurangi konsumsi makanan pedas, terutama saat sahur, dapat membantu tubuh tetap terhidrasi dan nyaman saat menjalankan ibadah puasa.

Meski demikian, bukan berarti makanan pedas harus dihindari sepenuhnya. Kuncinya adalah porsi dan kondisi tubuh masing-masing. Jika tidak memiliki gangguan lambung dan tetap ingin menikmati sensasi pedas, sebaiknya konsumsi dalam jumlah wajar serta diawali dengan makanan ringan yang ramah di lambung, seperti kurma atau sup hangat.

Ramadhan adalah momen menjaga keseimbangan, bukan hanya secara spiritual tetapi juga fisik. Bijak memilih makanan saat berbuka dan sahur akan membantu tubuh tetap sehat, sehingga ibadah pun dapat dijalankan dengan lebih khusyuk dan nyaman

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....