Bapas Ambon Gelar Tausiyah,Momentum Refleksi Bagi Klien dan Pegawai

  • 26 Feb 2026 10:21 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Ambon melaksanakan kegiatan pembimbingan kerohanian bagi klien pemasyarakatan dan pegawai melalui Tausiyah Ramadan. Kegiatan ini mengangkat tema "Orang-orang yang Bertaqwa Saling Mencintai Karena Allah". Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembimbingan mental dan spiritual guna membentuk pribadi yang lebih baik dan berintegritas, Kamis 26 Februari 2026. Tausiyah disampaikan oleh Ustadz Abu Farhan.

Dalam penyampaiannya, beliau mengajak seluruh peserta untuk menjadikan bulan suci Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri dan memperkuat keimanan.

"Orang-orang yang bertaqwa akan saling mencintai karena Allah, bukan karena kepentingan duniawi. Ramadan adalah waktu terbaik untuk membersihkan hati, memperbaiki hubungan dengan sesama, dan menumbuhkan komitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik," ujar Farhan.

Ia juga menekankan bahwa perubahan diri harus dimulai dari niat yang tulus dan konsistensi dalam menjalankan ibadah serta menjauhi perbuatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Sementara itu, Kepala Subseksi Bimbingan Klien Dewasa yang juga Ketua Majelis Taklim At-Takwa Bapas Ambon, Nanda Maihendra Putra, menjelaskan bahwa kegiatan pembimbingan kerohanian di bulan suci Ramadan merupakan bagian penting dari proses pembimbingan klien pemasyarakatan.

"Pembimbingan kerohanian di bulan Ramadan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi sarana pembimbingan mental dan spiritual bagi klien. Kami berharap nilai-nilai yang diperoleh dari tausiyah ini dapat menjadi bekal bagi klien untuk menjalani kehidupan yang lebih baik dan tidak mengulangi kesalahan di masa lalu," jelas Nanda.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi antara pegawai dan klien dalam suasana yang penuh kekeluargaan.

Di kesempatan yang sama, Kepala Bapas Ambon, Ellen Margareth Risakotta, menyampaikan bahwa tausiyah Ramadhan memiliki manfaat besar dalam mendukung proses pembimbingan kerohanian klien.

"Kegiatan ini memberikan penguatan moral dan spiritual bagi klien pemasyarakatan. Dengan pembimbingan kerohanian yang berkelanjutan, kami berharap klien memiliki kesadaran diri, tanggung jawab, serta motivasi untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke masyarakat," ungkap Ellen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....