Penderita Diabetes Boleh Santap Takjil Asal Terkontrol
- 20 Feb 2026 14:22 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Penderita diabetes tetap diperbolehkan menikmati takjil dan camilan saat berbuka puasa. Namun, konsumsi tersebut harus diatur dengan cermat agar gula darah tidak melonjak drastis. Dokter spesialis penyakit dalam RS Raja Ampat, dr. Andi Khomeini Takdir Haruni, Sp.PD(K), mengingatkan bahwa momen berbuka sering menjadi titik rawan kenaikan gula darah. Kondisi ini biasanya terjadi akibat konsumsi makanan manis secara berlebihan setelah seharian berpuasa.
Dalam wawancara dengan Kompas.com pada Selasa (10/2/2026), dr. Andi menegaskan bahwa takjil bukanlah makanan yang sepenuhnya dilarang. Ia menjelaskan bahwa penderita diabetes tetap bisa mencicipi hidangan berbuka, asalkan porsinya tidak berlebihan. Pengaturan tersebut harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Karena itu, konsultasi dengan dokter yang merawat menjadi langkah penting sebelum menjalani puasa.
Menurut dr. Andi, berbuka puasa memang menjadi waktu untuk mengganti energi setelah tidak makan dan minum sepanjang hari. Meski demikian, konsumsi makanan manis berlebihan dapat memicu hiperglikemia atau lonjakan gula darah tinggi. Kondisi ini berisiko menimbulkan komplikasi jika tidak dikendalikan. Oleh sebab itu, pasien disarankan membatasi jumlah takjil dan memilih jenis makanan yang lebih sehat.
Selain takjil, komposisi makanan utama setelah berbuka juga perlu diperhatikan. Karbohidrat, sayuran, dan buah harus dikonsumsi sesuai anjuran medis. Penderita diabetes dianjurkan menghindari pola makan “balas dendam” yang justru membahayakan kesehatan. Pengaturan porsi yang seimbang menjadi kunci agar kadar gula darah tetap stabil selama Ramadhan.
Dr. Andi juga mengingatkan pentingnya mewaspadai gejala hiperglikemia. Tanda-tandanya antara lain sering merasa haus, sering buang air kecil, cepat lelah, serta luka yang sulit sembuh. Pasien yang memulai puasa dengan kondisi gula darah tidak stabil memiliki risiko lebih tinggi mengalami lonjakan saat berbuka. Karena itu, pemantauan gula darah secara rutin sangat dianjurkan sepanjang bulan puasa.
Pengaturan pola makan harus berjalan seiring dengan penyesuaian jadwal obat. Sebagian pasien menggunakan insulin, sementara lainnya mengonsumsi obat oral seperti metformin. Waktu minum obat biasanya disesuaikan dengan jadwal sahur dan berbuka. Namun, setiap perubahan dosis atau waktu konsumsi tetap harus berdasarkan rekomendasi dokter.
Pada akhirnya, disiplin menjadi kunci utama bagi penderita diabetes yang ingin menjalani puasa. Godaan makanan manis saat berbuka memang besar, tetapi pengendalian diri sangat diperlukan. Mayoritas pasien tetap dapat berpuasa dengan aman selama gula darah terkontrol. Takjil dan camilan boleh dikonsumsi, tetapi harus dilakukan secara bijak dan dalam pengawasan medis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....