Azzedine Ounahi! Si Penyihir Kurus yang Kembali Hidupkan Dongeng Maroko

  • 05 Jul 2026 15:17 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Houston - Empat tahun lalu di Qatar, dunia sepak bola terkesima oleh seorang gelandang berpostur kurus yang tampil tanpa lelah di lini tengah Maroko. Pelatih Spanyol saat itu, Luis Enrique, bahkan sampai berujar, "Madre mía, dari mana datangnya anak ini?".

Hari ini, di bawah gemerlap lampu Stadion NRG, Houston, dunia tidak perlu lagi bertanya siapa dia. Azzedine Ounahi telah bertransformasi dari sekadar kejutan menjadi sang maestro utama The Atlas Lions di Piala Dunia 2026.

Dua golnya ke gawang Kanada dalam kemenangan telak 3-0 di babak 16 besar bukan sekadar catatan di papan skor. Gol-gol itu adalah visualisasi dari bakat alamiah yang diasah lewat kerja keras.

Dengan tubuhnya yang ramping, Ounahi meliuk-liuk melewati kepungan fisik para pemain Kanada seolah-olah ia sedang menari. Sepakan mendatarnya di menit ke-50 dan penyelesaian dinginnya di menit ke-82 menjadi bukti bahwa Maroko memiliki senjata mematikan yang lahir dari visi, bukan sekadar otot.

Perjalanan Ounahi menuju panggung tertinggi ini tidak terjadi dalam semalam. Tumbuh besar di Casablanca, ia harus menyeberangi lautan ke Prancis demi mengejar mimpi, memulai dari kompetisi kasta bawah bersama Avranches sebelum bakatnya dicium oleh Angers.

Tubuhnya yang sering dinilai terlalu ringkih untuk sepak bola modern justru menjadi kelebihannya. Langkah kakinya yang ringan dan kemampuannya membaca ruang membuat Ounahi sulit ditangkap oleh gelandang bertahan lawan mana pun.

Kini, di usianya yang menginjak 26 tahun, Ounahi bukan lagi pemuda pemalu yang bermain di bawah bayang-bayang nama besar. Kepindahannya ke Girona FC di La Liga Spanyol telah mematangkan atribut bertahannya tanpa menghilangkan kreativitasnya yang magis.

Di atas lapangan, ia adalah dirigen yang mengatur kapan Maroko harus menahan napas. Ia juga mengatur kapan mereka harus menusuk jantung pertahanan lawan dengan kecepatan penuh.

Saat peluit panjang ditiup dan penghargaan Player of the Match jatuh ke tangannya, Ounahi hanya tersenyum tipis. Di depan mata, sang juara bertahan Prancis sudah menunggu di babak perempat final, sebuah panggung ulangan semifinal 2022 tempat ia pernah patah hati.

Namun dengan performa yang kian matang, si penyihir kurus ini siap membuktikan bahwa dongeng Maroko kali ini tidak akan berhenti di tengah jalan. Ayo Ounahi, produk lokal rasa Eropa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....