Brace Gemilang Ayari, Swedia Gilas Tunisia 5-1 di Laga Pembuka Piala Dunia 2026
- 15 Jun 2026 17:02 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Guadalupe - Gelandang muda Swedia, Yasin Ayari, menjadi pusat perhatian dunia setelah mencetak brace dalam laga pembuka Grup F Piala Dunia 2026 di Stadion Monterrey, Meksiko, pada Minggu, 14 Juni 2026 malam waktu setempat. Pemain berusia 22 tahun ini sukses mengantarkan timnas Swedia meraih kemenangan telak 5-1 atas Tunisia, sekaligus mengamankan posisi puncak klasemen sementara Grup F.
Swedia membuka keunggulan saat laga baru berjalan tujuh menit melalui sepakan keras Ayari dari luar kotak penalti. Skuad asuhan Graham Potter kemudian menggandakan skor pada menit ke-30 lewat aksi Alexander Isak.
Meski Tunisia sempat memperkecil ketertinggalan melalui sundulan Omar Rekik sebelum turun minum, Swedia mengamuk di babak kedua dengan menambah tiga gol lagi yang masing-masing dicetak oleh Viktor Gyökeres, Mattias Svanberg, dan gol penutup dari Ayari di masa injury time.
Namun, hal yang paling menyita perhatian publik adalah reaksi Ayari pasca mencetak gol pertamanya. Gelandang milik klub Liga Inggris, Brighton, memilih untuk tidak merayakan gol tendangan petirnya, tetapi hanya mengangkat kedua tangan sebagai bentuk permohonan maaf kepada para pendukung Tunisia.
Aksi tersebut langsung memicu rasa penasaran pencinta sepak bola di media sosial. Sikap emosional Ayari ternyata didasari oleh ikatan darah yang kuat dengan negara lawan.

Lahir dan besar di Solna, Swedia, Ayari merupakan putra dari seorang ayah berkebangsaan Tunisia bernama Azzouz Ayari, sementara ibunya berasal dari Maroko. Federasi Sepak Bola Tunisia bahkan sempat mendekatinya pada tahun 2021 untuk bergabung dengan timnas senior Tunisia, namun sang ayah menyarankan Ayari untuk membela Swedia sebagai wujud balas budi terhadap negara yang telah mendidik dan membesarkan bakat sepak bolanya.
Kini, keputusan tersebut terbukti tepat setelah Ayari menjelma menjadi salah satu pahlawan baru publik Skandinavia di panggung dunia. Kemenangan impresif atas tim seketat Tunisia, yang terkenal belum kebobolan selama fase kualifikasi, menjadi modal berharga bagi Swedia untuk menatap laga-laga selanjutnya di Grup F Piala Dunia 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....