Satukan Dunia lewat Nada, Kilas Balik Lagu Ikonik Piala Dunia dari Masa ke Masa
- 10 Jun 2026 18:28 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID. Jakarta - Musik dan sepak bola terbukti menjadi kombinasi magis yang tidak terpisahkan dalam setiap gelaran Piala Dunia FIFA. Sejak tradisi ini dimulai pada tahun 1962 melalui lagu rock n' roll "El Rock del Mundial" di Chile, FIFA secara konsisten merilis lagu resmi (official soundtrack) yang dirancang khusus untuk membakar semangat suporter sekaligus menyatukan perbedaan budaya.
Dalam beberapa edisi terakhir, deretan lagu resmi tersebut tidak sekadar menjadi musik latar turnamen, melainkan bertransformasi menjadi identitas budaya global yang bahkan popularitasnya mampu melampaui kompetisi sepak bolanya sendiri.
Puncak ledakan lagu bertema olahraga yang paling sukses secara komersial di era modern dimulai pada Piala Dunia 1998 di Prancis lewat tembang "La Copa de la Vida (The Cup of Life)" yang dibawakan oleh Ricky Martin. Dengan ketukan perkusi khas Latin yang energetik dan lirik penambah semangat, lagu ini sukses memuncaki tangga lagu di berbagai belahan dunia dan mengubah standar musik Piala Dunia menjadi lebih masif.
Memasuki milenium baru pada edisi 2002 di Korea Selatan-Jepang, tren musik bergeser ke arah pop-elektronik modern lewat lagu "Boom" dari Anastacia, sebelum akhirnya melambat menjadi balada emosional nan megah melalui suara Il Divo dan Toni Braxton dalam "The Time of Our Lives" di Jerman 2006.
Sejarah musik sepak bola mencapai puncak tertingginya pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan lewat mahakarya Shakira, "Waka Waka (This Time for Africa)". Kolaborasi Shakira dengan grup musik lokal Freshlyground ini memadukan ritme Afro-pop dan pop Latin yang langsung menjadi fenomena global terbesar sepanjang sejarah turnamen, bahkan menjadi lagu resmi Piala Dunia pertama yang menembus miliaran penonton di YouTube.
Semangat pesta yang kental tersebut kemudian diteruskan pada edisi 2014 di Brasil melalui lagu "We Are One (Ole Ola)" oleh Pitbull, Jennifer Lopez, dan Claudia Leitte yang kental dengan nuansa kemeriahan karnaval jalanan Amerika Latin.
Perubahan aransemen yang lebih berani dan lintas genre terjadi pada edisi Piala Dunia 2018 di Rusia melalui lagu "Live It Up". Dinyanyikan oleh kombinasi unik musisi reggaeton Nicky Jam, aktor Hollywood sekaligus rapper legendaris Will Smith, serta penyanyi pop Era Istrefi, lagu besutan produser Diplo ini sukses membawakan warna musik modern yang segar bagi penikmat sepak bola generasi baru.
Sementara itu, pada gelaran Piala Dunia 2022 di Qatar, FIFA membuat terobosan dengan tidak hanya merilis satu lagu, melainkan sebuah album soundtrack multi-singel yang diawali oleh "Hayya Hayya (Better Together)", serta kejutan luar biasa dari personel BTS, Jungkook, lewat lagu "Dreamers" yang dibawakannya bersama penyanyi lokal Fahad Al-Kubaisi.
Kini, memasuki babak baru Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, estafet lagu ikonik tersebut resmi dipegang oleh lagu "Dai Dai", yang kembali mempercayayakan takhta vokal kepada Shakira berkolaborasi dengan bintang afrobeat Burna Boy.
Melalui evolusi genre musik dari pop orkestra, rock, latin, hingga hip-hop dan afrobeat, lagu-lagu resmi Piala Dunia telah membuktikan perannya lebih dari sekadar hiburan komersial. Musik telah menjadi simbol persatuan abadi yang mengikat jutaan umat manusia dalam satu irama, satu harmoni, dan satu gairah sepak bola yang sama dari masa ke masa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....