Tensi Tinggi di Florida! Publik Inggris Khawatirkan Skuad Asuhan Thomas Tuchel

  • 05 Jun 2026 18:29 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, London - Publik sepak bola Inggris dilaporkan didera kecemasan mendalam terkait performa tim nasional mereka menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026. Ketakutan tersebut mencuat seiring keraguan para pendukung dan pengamat domestik terhadap konsistensi performa serta kedalaman taktis skuad The Three Lions di bawah nakhoda baru mereka, Thomas Tuchel.

Kekhawatiran publik ini kian meruncing setelah Tuchel merilis daftar resmi 26 pemain yang dibawa ke pemusatan latihan di Florida, Amerika Serikat. Keputusan juru taktik asal Jerman itu memicu perdebatan sengit di Inggris karena dianggap terlalu berani dengan memanggil sembilan pemain debutan yang sama sekali belum memiliki menit bermain di turnamen mayor level senior, seperti Dan Burn dan Jarell Quansah. Komposisi ini dinilai berisiko mengikis mentalitas juara tim saat menghadapi tekanan tinggi panggung dunia.

Selain faktor minimnya pengalaman sejumlah pilar baru, bayang-bayang kegagalan masa lalu dan ketergantungan akut pada sosok kapten Harry Kane di lini serang turut memperberat beban psikologis tim. Publik Inggris khawatir, jika penyerang Bayern Munich tersebut dikunci oleh lini pertahanan lawan, Tuchel belum memiliki opsi alternatif yang sama matangnya untuk memecah kebuntuan di laga-laga krusial.

Menanggapi gelombang skeptisisme tersebut, internal timnas Inggris memilih untuk tetap tenang dan fokus pada proses adaptasi taktik. Bek senior John Stones menegaskan bahwa masa pre-camp ini justru menjadi momentum penting bagi para pemain untuk membangun ikatan (chemistry) yang kuat di dalam lapangan sebelum mereka bergeser ke markas utama turnamen di Kansas City.

Ujian perdana untuk membuktikan kesiapan taktis sekaligus meredam kritik publik akan tersaji dalam dua laga uji coba menjelang turnamen, yakni melawan Selandia Baru pada Minggu, 7 Juni 2026 dini hari WIB dan Kosta Rika beberapa hari setelahnya. Hasil dari dua pertandingan pemanasan tersebut akan menjadi indikator awal apakah Inggris siap melangkah jauh atau justru memperpanjang kutukan puasa gelar mereka sejak tahun 1966.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....