Jejak Darah Maluku di Timnas Belanda, Dari Simon Tahamata hingga Van Bronckhorst

  • 22 Mei 2026 11:48 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Timnas Belanda dikenal sebagai salah satu kekuatan besar sepak bola dunia. Namun di balik kejayaan “De Oranje”, ada jejak panjang pemain berdarah Maluku yang turut memberi warna dalam sejarah sepak bola Negeri Kincir Ang kokin. Hubungan Maluku dan Belanda sendiri sudah berlangsung sejak masa kolonial, ketika banyak keluarga Maluku pindah dan menetap di Belanda pada era 1950-an.

Salah satu nama paling legendaris adalah Simon Tahamata. Mantan winger lincah ini dikenal sebagai ikon sepak la Belanda era 1970 hingga 1980-an. Ia mencatatkan 22 penampilan bersama Timnas Belanda dan pernah memperkuat klub besar seperti Ajax Amsterdam serta Standard Liege. Tahamata juga dikenal dekat dengan akar Malukunya dan beberapa kali mengunjungi Ambon untuk pembinaan pemain muda.

Selain Simon Tahamata, ada pula Giovanni van Bronckhorst yang menjadi salah satu pemain paling sukses keturunan Indonesia di Eropa. Eks kapten Belanda itu memiliki darah Maluku dari keluarganya. Van Bronckhorst tampil lebih dari 100 kali untuk Belanda dan membawa negaranya menjadi runner-up Piala Dunia 2010. Ia juga sukses di level klub bersama Barcelona dan Feyenoord.

Mantan Pemain Timnas Belanda Berdarah Maluku. Giovanni van Bronckhorst

Nama lain yang cukup dikenal adalah Denny Landzaat. Gelandang pekerja keras ini pernah tampil di Piala Dunia 2006 bersama Belanda. Landzaat memiliki garis keturunan Maluku dan kini juga dikenal publik Indonesia karena terlibat dalam staf kepelatihan sepak bola nasional.

Generasi baru pemain keturunan Maluku juga terus bermunculan di Belanda. Beberapa nama seperti Jairo Riedewald dan Delano van der Heijden menjadi sorotan karena memiliki darah Indonesia dari Maluku. Mereka dianggap sebagai bagian dari talenta diaspora yang memperlihatkan besarnya pengaruh komunitas Maluku dalam sepak bola Belanda modern.

Kehadiran pemain berdarah Maluku di Timnas Belanda bukan sekadar cerita sepak bola, tetapi juga kisah identitas dan sejarah diaspora. Banyak keluarga Maluku di Belanda tetap mempertahankan budaya, musik, dan semangat komunitas mereka hingga turun-temurun. Hal itu membuat nama-nama keluarga Maluku cukup dikenal dalam dunia olahraga Belanda.

Kini, hubungan sepak bola Belanda dan Maluku semakin terasa dekat dengan banyaknya pemain diaspora yang memilih membela Indonesia. Fenomena ini menunjukkan bahwa akar budaya Maluku tetap kuat meski telah hidup puluhan tahun di Eropa. Dari Simon Tahamata hingga generasi baru, darah Maluku terus menjadi bagian penting dalam perjalanan sepak bola Belanda dan Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....