KONI Maluku Pastikan Bonus Atlet Bela Diri Tetap Dibayarkan

  • 07 Jul 2026 06:44 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Maluku, Sam Latuconsina memastikan bonus bagi atlet bela diri berprestasi asal Maluku tetap akan dibayarkan. Ia menegaskan informasi yang menyebut bonus atlet tidak diberikan oleh Pemerintah Provinsi Maluku merupakan kabar yang tidak benar.

Sam mengatakan bonus atlet telah dianggarkan dan tetap menjadi prioritas meskipun pemerintah sedang menerapkan efisiensi anggaran. Pernyataan itu disampaikan usai pelantikan Ketua dan Pengurus Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Maluku di Gedung TP PKK Provinsi Maluku, Ambon, Senin 6 Juli 2026.

Besaran bonus yang telah ditetapkan yakni Rp25 juta untuk peraih medali emas, Rp20 juta bagi peraih medali perak, dan Rp15 juta untuk peraih medali perunggu. Sementara setiap pelatih akan menerima bonus rata-rata Rp5 juta.

"Total anggaran bonus yang kami siapkan untuk atlet PON Bela Diri di Kudus sekitar Rp215 juta," ujarnya.

Sam menegaskan kabar yang menyebut bonus atlet bela diri tidak dibayarkan merupakan informasi hoaks. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

"Informasi yang menyebut bonus atlet bela diri tidak dibayarkan itu hoaks," tegasnya.

Menurutnya, pembinaan atlet PON bela diri menjadi tanggung jawab KONI Provinsi Maluku. Sedangkan pembinaan atlet yang mengikuti kejuaraan nasional cabang olahraga tertentu menjadi kewenangan masing-masing pengurus cabang olahraga.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk media massa, untuk mendukung kemajuan olahraga di Maluku melalui penyampaian informasi yang akurat dan berimbang. Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan iklim olahraga yang positif sekaligus mendorong peningkatan prestasi atlet daerah.

"Kemajuan olahraga bukan hanya menjadi tanggung jawab KONI atau Pemerintah Provinsi Maluku, tetapi juga seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, jika ada informasi yang belum jelas, sebaiknya dikonfirmasi terlebih dahulu agar masyarakat memperoleh informasi yang benar," kata Sam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....