Ultra Marathon Yordania Batal, Matheos Berhitu Fokus ke SAMOC Malaysia 2026
- 08 Mei 2026 07:55 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Pelari ultra marathon asal Kota Ambon, Matheos Berhitu, terpaksa mengubur impian tampil di ajang Guinness World Record 1.350 KM di Yordania. Keputusan pembatalan secara resmi dikeluarkan oleh pihak penyelenggara akibat situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang dinilai belum kondusif.
Kini, atlet lari senior tersebut mulai mengalihkan fokus sepenuhnya untuk menatap ajang Sabah Masters Athletics Open Championship (SAMOC) 2026 di Kinabalu. Berhitu menyatakan, dirinya tidak ingin berlarut dalam kekecewaan dan memilih segera mempersiapkan diri menuju Malaysia pada Juni mendatang.
Saat dihubungi, Berhitu menegaskan jika intensitas latihannya tidak akan berkurang sedikit pun meski agenda besar di Yordania batal. Ia berkomitmen untuk terus mengasah kemampuan demi meraih prestasi yang lebih gemilang dibandingkan perolehan pada SAMOC 2025 lalu.
Berhitu dijadwalkan akan turun bertanding pada beberapa nomor lari utama di ajang bergengsi tingkat Asia tersebut. “Diharapkan ada dukungan dari sponsor maupun pemerintah daerah, serta dukungan doa dari seluruh masyarakat Indonesia terutama Kota Ambon dan Provinsi Maluku,” ujarnya berharap.
Di sisi lain, Ketua Matheos Moluccas Runner (MMR), Josyes Do Santos Walalayo, memastikan seluruh administrasi keberangkatan kini tengah diproses secara intensif. Tim pendukung terus memantau dan mendampingi proses latihan Berhitu yang saat ini dipusatkan di Jakarta untuk menjaga performa sang atlet.
“Pihak MMR berencana membangun komunikasi lebih lanjut dengan Pemerintah Kota Ambon dalam waktu dekat. Kami optimis, Pemerintah Kota Ambon di bawah kepemimpinan Bodewin Wattimena akan memberikan respons positif bagi kemajuan olahraga prestasi ini,” ucapnya.
Menurutnya, Matheos Berhitu memiliki potensi meraih medali sangat besar mengingat rekam jejaknya pada kompetisi SAMOC sebelumnya. Dimana pada tahun 2025, Berhitu sukses finis di urutan ketiga nomor 200 meter putra dengan catatan waktu 25,12 detik meski sedang cedera.
“Catatan waktu tersebut hanya terpaut tipis dari pelari Singapura di posisi kedua dan pelari tuan rumah Malaysia yang keluar sebagai juara pertama. Hebatnya, perjuangan meraih posisi keempat pada nomor 100 meter kategori Master U50-55 tetap ia tuntaskan meski mengalami cedera hamstring,” tuturnya.
Sebagai informasi, ajang SAMOC 2026 di Kinabalu nantinya akan mempertandingkan dua kategori utama yakni Junior Master dan Master. Kategori Master sendiri mencakup berbagai kelompok usia mulai dari 35 tahun hingga peserta senior berusia di atas 95 tahun.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....