BMKG Sebut Potensi Karhutla Menyebar di Maluku Masih Tinggi

  • 05 Okt 2026 11:42 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon — BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Pattimura Ambon mencatat potensi penyebaran api kebakaran hutan dan lahan di Maluku berada pada kategori rendah hingga sangat tinggi. Kondisi tersebut berdasarkan indikator Initial Spread Index atau ISI dalam Sistem Peringatan Kebakaran Hutan dan Lahan SPARTAN.

ISI menunjukkan tingkat kemudahan penyebaran api apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan. Nilai ISI meningkat secara eksponensial terhadap kecepatan angin, sehingga kondisi angin menjadi salah satu faktor penting dalam penyebaran api.

BMKG menjelaskan nilai ISI dapat meningkat dua kali lipat setiap kenaikan kecepatan angin sebesar 13 kilometer per jam atau 3,6 meter per detik. Indikator tersebut sangat baik untuk menggambarkan penyebaran api di wilayah padang rumput maupun alang-alang.

Selain potensi penyebaran, BMKG mencatat Fire Weather Index atau FWI di Maluku berada pada kategori sedang hingga sangat tinggi. FWI menggambarkan besarnya intensitas api apabila kebakaran hutan atau lahan terjadi dan sangat dipengaruhi oleh nilai ISI serta BUI.

Sementara itu, kondisi bahan-bahan ringan yang mudah terbakar berdasarkan FFMC berada pada kategori sedang hingga sangat mudah. Kondisi bahan organik pada lapisan menengah permukaan tanah berdasarkan DMC juga berada pada kategori sedang hingga sangat mudah.

BMKG mengimbau agar perkembangan cuaca dan kondisi lingkungan terus diperhatikan dalam mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan. Data SPARTAN dapat digunakan sebagai referensi mitigasi dengan tetap melakukan koordinasi bersama kementerian, dinas dan lembaga terkait di wilayah setempat.

Salah satu warga, Vita, mengatakan informasi mengenai potensi penyebaran api tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat. Vita mengimbau warga untuk lebih berhati-hati dan menghindari aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....