Potensi Karhutla Maluku Berada di Level Waspada
- 05 Okt 2026 11:43 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, AMBON — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG mengingatkan adanya potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Maluku. Peringatan tersebut merupakan produk Sistem Peringatan Kebakaran Hutan dan Lahan atau SPARTAN yang diperbarui Senin, 5 Oktober 2026.
Berdasarkan parameter Fine Fuel Moisture Code atau FFMC, tingkat kemudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah di Maluku berada pada kategori sedang hingga sangat mudah. Kondisi tersebut berkaitan dengan tingkat kekeringan bahan-bahan ringan yang mudah terbakar seperti humus permukaan, dedaunan kering dan alang-alang.
Sementara itu, indikator Duff Moisture Code atau DMC menunjukkan tingkat kemudahan terbakar pada lapisan menengah permukaan tanah berada pada kategori sedang hingga sangat mudah. DMC menggambarkan kondisi kekeringan bahan organik pada kedalaman sekitar lima hingga sepuluh sentimeter serta bahan kayu ringan di permukaan tanah.
BMKG juga mencatat indeks penyebaran api atau Initial Spread Index berada pada kategori rendah hingga sangat tinggi di wilayah Maluku. Indeks tersebut menunjukkan tingkat kemudahan penyebaran api apabila terjadi kebakaran, yang dapat meningkat seiring bertambahnya kecepatan angin.
| Baca juga: BMKG Ingatkan Potensi Karhutla di Maluku |
Selain itu, Fire Weather Index atau FWI menunjukkan tingkat intensitas api apabila terjadi kebakaran berada pada kategori sedang hingga sangat tinggi. FWI sangat dipengaruhi oleh nilai ISI dan BUI sebagai indikator kondisi cuaca yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan.
BMKG mengingatkan masyarakat dan pihak terkait untuk terus memantau perkembangan cuaca serta kondisi lingkungan terkini. Informasi SPARTAN tersebut diharapkan dapat menjadi referensi dalam upaya mitigasi dan penanganan potensi kebakaran hutan dan lahan di Maluku.
Menurut salah satu warga Masyarakat, Aldi “kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama agar masyarakat lebih waspada dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan”.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....