Human Capital Jadi Kunci Produktivitas Indonesia Hadapi AI

  • 16 Sep 2026 15:58 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon : Analis Kebijakan Independen Harry Waluyo menilai pembangunan human capital perlu menjadi agenda lintas sektor di tengah perubahan teknologi dan transformasi industri. Menurutnya, tantangan utama Indonesia bukan hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi memastikan modal manusia dapat dikonversi menjadi produktivitas.

Harry mengatakan pertumbuhan produksi dan penciptaan pekerjaan berkualitas tidak selalu berlangsung pada kecepatan yang sama. Kondisi tersebut membuat kebijakan ketenagakerjaan perlu memperhatikan hubungan antara peningkatan keterampilan tenaga kerja dan kebutuhan industri.

Ia menjelaskan, perkembangan kecerdasan buatan atau AI turut mengubah tugas dalam pekerjaan dan berpotensi mempersempit sebagian posisi tingkat pemula. Namun, perubahan tersebut tidak berarti menghapus profesi secara keseluruhan, melainkan menuntut penyesuaian keterampilan dengan kebutuhan baru.

Menurut Harry, angka pengangguran terbuka juga belum cukup menggambarkan seluruh persoalan pasar kerja. Pengukuran perlu mencakup underemployment, skill mismatch, serta stranded human capital atau modal manusia yang belum terserap secara produktif.

Harry menyebut perubahan akibat AI terjadi pada sisi pasokan keterampilan, permintaan tenaga kerja, pencocokan pekerjaan, hingga masa transisi menuju pekerjaan. Karena itu, investasi pendidikan perlu menghasilkan kompetensi yang relevan, sedangkan investasi teknologi harus diarahkan untuk meningkatkan produktivitas manusia.

Ia mendorong agar pembangunan human capital ditempatkan sebagai agenda bersama sektor pendidikan, industri, ketenagakerjaan, dan transformasi digital. Kebijakan juga perlu menggunakan cakrawala lima hingga 20 tahun serta memisahkan bukti, skenario dan asumsi, dengan target kebijakan agar strategi menghadapi perubahan dunia kerja dapat dirancang secara sistematis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....