Hari Radio ke-81, Penyiar RRI Dituntut Makin Humanis dan Adaptif di Era Digital
- 11 Sep 2026 15:16 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon : Memperingati Hari Radio ke-81 pada 11 September 2026, Radio Republik Indonesia (RRI) dinilai perlu memperkuat peran penyiar agar mampu menjawab perubahan perilaku audiens di era digital. Pengamat Ekonomi Kreatif, Budaya dan Pariwisata, Harry Waluyo, mengatakan penyiar masa kini tidak cukup hanya piawai membaca naskah, tetapi harus mampu menjadi penggerak cerita dan membangun kedekatan dengan pendengar.
Menurut Harry, kemampuan storytelling dan interviewing menjadi kompetensi penting bagi penyiar untuk menghadirkan konten yang lebih hidup dan mendalam. Penyiar dituntut mampu menggali pengalaman narasumber melalui pertanyaan yang tidak klise, sekaligus membangun percakapan yang menghasilkan cerita bernilai bagi publik.
Ia menambahkan, aspek empati dan berpikir kritis juga harus menjadi bagian dari kompetensi penyiar RRI. Empati diperlukan agar narasumber merasa aman dan dapat bercerita secara autentik, sementara kemampuan berpikir kritis dibutuhkan untuk menguji informasi, melihat konteks, dan memastikan konten yang disampaikan tetap akurat.
Harry menilai transformasi digital membuat penyiar juga harus memiliki literasi digital dan literasi AI yang memadai. Penyiar perlu memahami karakter radio, video, podcast, dan media sosial, serta dapat memanfaatkan AI untuk membantu riset, produksi, transkripsi, dan pengembangan konten dengan tetap memastikan verifikasi dilakukan oleh manusia.
Di tengah keberagaman Indonesia, kecerdasan budaya atau cultural intelligence juga dinilai penting bagi penyiar RRI agar mampu memahami perbedaan bahasa, tradisi, nilai, dan karakter masyarakat di berbagai daerah. Menurut Harry, pemahaman tersebut dapat membuat RRI semakin kuat sebagai media publik yang mampu merepresentasikan keberagamanuatan kompetensi baru penyiar RRI agar tetap relevan di tengah perubahan teknologi dan pola konsumsi media. Dengan menggabungkan kemampuan b sekaligus menjembatani berbagai kelompok masyarakat.
Harry berharap momentum Hari Radio ke-81 menjadi titik penguatan kompetensi baru penyiar RRI agar tetap relevan di tengah perubahan teknologi dan pola konsumsi media. Dengan menggabungkan kemampuan bercerita, empati, literasi teknologi, pemahaman budaya, serta audience intelligence, penyiar RRI diharapkan mampu menghadirkan konten yang lebih personal, terpercaya, dan sesuai dengan kebutuhan pendengar di berbagai platform.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....