Hari Radio ke-81, RRI Didorong Perkuat Program Human-Centered AI Media
- 11 Sep 2026 15:15 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon : Memperingati Hari Radio ke-81 pada 11 September 2026, Radio Republik Indonesia (RRI) didorong terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital tanpa meninggalkan kekuatan utamanya sebagai media publik yang dekat dengan masyarakat. Pengamat Ekonomi Kreatif, Budaya dan Pariwisata, Harry Waluyo, menilai transformasi tersebut perlu diwujudkan melalui program yang menempatkan manusia, pengalaman, dan kebutuhan audiens sebagai pusat editorial.
Harry mengatakan RRI memiliki peluang besar membangun ekosistem media yang menggabungkan radio, podcast, video, media sosial, streaming, dan platform digital lainnya. Menurutnya, tujuh program flagship seperti Cerita yang Belum Diceritakan dan Manusia di Balik Angka dapat menjadi contoh bagaimana RRI menghadirkan informasi yang tidak hanya faktual, tetapi juga memiliki kedekatan emosional dengan pendengar.
Ia menilai program Generasi Bertanya dan Teman di Jalan juga penting untuk menjangkau karakter audiens yang semakin beragam, khususnya generasi muda dan masyarakat dengan mobilitas tinggi. Format tersebut dapat membuat radio tetap relevan karena memberikan ruang bagi pertanyaan kritis anak muda, sekaligus menghadirkan musik, informasi, humor, lalu lintas, dan interaksi yang menemani aktivitas sehari-hari.
Di bidang ekonomi kreatif, budaya, dan pariwisata, Harry menilai program Warisan yang Hidup dapat menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada generasi muda. Musik, bahasa, tradisi, kuliner, hingga potensi destinasi wisata dapat dikemas secara kreatif sehingga tidak hanya menjadi dokumentasi budaya, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi dan peluang ekonomi baru.
Sementara itu, program Indonesia Besok dinilai relevan dengan tantangan masyarakat menghadapi perubahan teknologi dan sosial yang semakin cepat, termasuk perkembangan AI, pekerjaan masa depan, pangan, energi, pendidikan, dan demografi. Adapun Satu Jam Bersama Tokoh dapat memperkuat karakter human-centered RRI dengan menghadirkan sisi manusiawi narasumber melalui cerita tentang perjuangan, kegagalan, keputusan, dan pengalaman hidup.
Harry menegaskan momentum Hari Radio ke-81 harus menjadi kesempatan bagi RRI untuk memperkuat identitasnya sebagai media publik yang dipercaya sekaligus adaptif terhadap perubahan zaman. Dengan memanfaatkan AI secara bertanggung jawab dan tetap menempatkan manusia sebagai pusat cerita, RRI dinilai dapat memperluas jangkauan audiens sekaligus mempertahankan radio sebagai ruang publik yang relevan bagi Indonesia masa kini dan masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....