El Niño Picu Kemarau Lebih Kering dan Panjang
- 21 Agt 2026 05:18 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Fenomena El Niño pada 2026 berpotensi membuat musim kemarau di sejumlah wilayah Indonesia berlangsung lebih panjang dan kering dibanding rata-rata. Kondisi tersebut perlu diantisipasi karena dapat berdampak terhadap ketersediaan air, pertanian, kesehatan hingga perekonomian.
Hal tersebut disampaikan Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam podcast kerja sama RRI dengan LKBN Antara yang disiarkan pada Rabu, 19 Agustus 2026. Dampak El Niño lebih terasa di wilayah Indonesia bagian selatan garis Khatulistiwa. Wilayah yang perlu mendapat perhatian antara lain Sumatera Selatan, Lampung, seluruh Jawa, Bali dan Nusa Tenggara.
Selain itu, beberapa wilayah di utara Indonesia seperti Aceh bagian timur, Riau dan Kepulauan Riau juga dapat terdampak. Menurut Faisal, kondisi tersebut dipengaruhi karakter geografis serta pola hujan masing-masing wilayah.
“Yang paling penting adalah masyarakat harus paham bagaimana memitigasi dan beradaptasi dengan fenomena alam,” ujar Faisal.
Ia mengatakan salah satu risiko utama yang perlu diwaspadai adalah berkurangnya ketersediaan air, baik untuk kebutuhan air bersih maupun irigasi. Kondisi yang lebih kering juga meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan serta dapat berpengaruh terhadap munculnya sejumlah penyakit.
Dampak lainnya dapat dirasakan sektor pertanian karena produktivitas tanaman berpotensi menurun ketika kebutuhan air bertepatan dengan puncak musim kemarau. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat memengaruhi perekonomian secara langsung maupun tidak langsung.
Faisal mengatakan BMKG memberikan dukungan informasi kepada berbagai kementerian dan lembaga untuk menghadapi risiko iklim, termasuk menentukan waktu tanam dan pemilihan varietas tanaman melalui pendekatan pertanian cerdas iklim.
Ia menambahkan, Indonesia memiliki 699 zona musim sehingga waktu masuk dan puncak musim kemarau tidak sama di setiap daerah. Secara umum, puncak musim kemarau terjadi pada Agustus, sementara sebagian wilayah lainnya dapat mengalami puncak pada September.
Faisal mengingatkan masyarakat untuk mengikuti informasi cuaca dan iklim berdasarkan wilayah masing-masing karena karakteristik dampak El Niño tidak sama di seluruh Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....